Dosen Unair Minta Penerapan New Normal di Sekolah Harus Berdasarkan Pertimbangan yang Matang

Juni 1, 2020

 

 Dr. Listiyono Santoso, S.S., M.Hum Dosen Filsafat dan Etika Universitas Airlangga Surabaya

(SIDOARJOterkini) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewacanakan masuk sekolah atau dimulainya tahun ajaran baru akan dimulai pada 13 Juli mendatang. Kebijakan tersebut banyak menyita perhatian publik, ada yang setuju dan juga tak sedikit yang meminta untuk kembali ditunda dengan alasan pandemi covid-19 masih belum dapat dikendalikan.

Kebijakan ini juga tidak luput dari perhatian Dr. Listiyono Santoso, S.S., M.Hum Dosen Filsafat dan Etika Universitas Airlangga Surabaya, menurutnya pembukaan sekolah ditengah tingginya kasus corona adalah langkah yang tergesa-gesa, dan sangat membahayakan terhadap keselamatan siswa.

“Boleh tahun ajaran baru dimulai 13 Juli, akan tetapi belajar siswa tetap dilakukan secara daring, sampai transmisi corona sudah dapat dikendalikan atau minimal menurun, baru metode pembelajarannya secara langsung di sekolah,” Katanya saat ditemui SIDOARJOterkini.com, Senin 01 Juni 2020.

Di Kabupaten Sidoarjo, Berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tentang perihal persiapan pembelajaran menuju kenormalan baru salah satu poinnya menyebutkan memperpanjang masa belajar dirumah sampai 13 Juni, dan untuk berikutnya akan ditentukan lebih lanjut.

Kebijakan ini juga tidak luput dari perhatian Listiyono. Secara spesifik pihaknya meminta jika dilingkungan pendidikan mau menerapkan sistem new normal maka harus berdasarkan pertimbangan yang matang sesuai dengan standar yang ditetapkan WHO atau acuan yang dirilis pemerintah.

“New Normal atau kenormalan baru dibidang pendidikan, juga butuh banyak pertimbangan. Hal Ini karena dunia pendidikan kita utamanya tingkat dasar dan menengah berisi beragam anak-anak yang bisa jadi sulit mendisiplinkan mereka dalam menghadapi covid 19,” ungkap Listiono Santoso yang juga ketua Lakpesdam PW NU Jawa Timur

“Jadi, dikbud harus mempertimbangkan secara bijaksana pembukaan sekolah pada tahun ajaran ini. Jangan sampai melahirkan cluster baru penyebaran virus yakni cluster sekolah,” jelasnya

Pihaknya memberikan dua alternatif kebijakan yang dapat diambil pemerintah pertama Memundurkan dimulainya tahun ajaran baru, dengan tetap membuat skema pembelajarn daring serta penguatan homeschooling sambil menunggu meredanya covid 19 serta dimulainya ajaran baru, atau Kedua tetap memulai tahun ajaran baru 13 juli, tapi dengan tidak membuka sekolah, agar tidak terjadi penumpukan jumlah anak.

“Dalam hal ini harusnya pemerintah mulai merancang model pembelajaran daring yang menyenangkan untuk pesertadidik sesuai dunia kanak kanak, serta menguatkan basis home schooling bahwa keluarga juga tempat pendidikan anak, utamanya Pendidikan karakter,” ujarnya

Kemarin, metode belajar dirumah yang dijalani banyak sekolah masih banyak terkendala model pembelajaran klasikal, memang teknologinya digital. Tapi polanya hanya memberikan tugas harian pada siswa. Untuk memecah problem tersebut pemerintah khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo dapat memfasilitasi guru yang kreatif untuk mengembangkan model pembelajaran daring, kalau perlu dikompetisikan.

“Guru yang kreatif harus difasilitasi, atau setiap pelajaran ada video dari guru yang sudah dipilih untuk menyampaikan materinya,” pintanya.(pung/cles)