Puluhan Ibu-Ibu Desa Lajuk Ikuti Pelatihan pembuatan Souvenir Dari Kain Perca

Maret 27, 2019

(SIDOARJOterkini) – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sidoarjo menggelar pelatihan terhadap masyarakat desa, sebagai upaya untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan masyarakat desa.

Bertempat di Balai Desa Lajuk Kecamatan Porong, puluhan ibu-ibu diberikan pelatihan untuk menjadikan kain perca yang selama ini dianggap sebagai limbah yang kurang bermanfaat menjadi berbagai asesoris dan souvenir yang bisa bernilai ekonomis tinggi.

Staf Dinas Koperasi Dan UMKM Kabupaten Sidoarjo, Devi Darmayanti mengatakan, tujuan digelar pelatihan ini untuk meningkatkan dan menumbuhkan minat kepada masyarakat desa untuk bisa memulai sebuah usaha baru.

“Dengan demikian diharapkan akan bisa menambah penghasilan bagi ibu-ibu desa, “ujar Devi Darmayanti,  Rabu (27/3/2019)

Ditambahkannya, setelah pelatihan pihaknya akan mengikutkan para peserta ini kedalam program wirausaha baru yang mana akan dibuka kelas-kelas pelatihan.

“Dari situ akan kita klasifikasikan berdasarkan minat yang mereka tekuni dan sukai. Sehingga akan memunculkan wirausaha baru dengan tingkat inovasi tinggi,”paparnya.

Dipilihnya kain perca sebagai media pelatihan kata Devi,  karena kain perca ini memiliki kode etnik disamping itu kalau dilihat dari sisi seni sangat bermanfaat sekali. Pihaknya mencoba memadukan seni dari kain perca ini dengan produk lokal yang ada.

“Misalnya tas belanja yang selama ini kurang dinikmati oleh kaum millenial apabila dipadukan dengan seni tempel kain perca tentu akan terlihat sangat modern dan pastinya akan menaikkan nilai ekonomis yang sangat tinggi, “tandasnya.

Sementara itu salah satu peserta pelatihan Kori’ (36) mengaku  sangat senang sekali dengan kegiatan pelatihan yang digelar ini. Menurutnya ibu-ibu peserta pelatihan yang kebanyakan berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini akan bisa memanfaatkan kain perca yang selama ini tidak berguna menjadi sesuatu yang bernilai seni tinggi.

“Dan ini akan bisa menambah pendapatan bagi keluarga,”pungkas perempuan yang berprofesi sebagai guru TK ini.  (cles)