Tidak Ada Kesepakatan, Warga Geluran Tetap Menolak Pembangunan Rumah Pemulasaran Jenazah

Februari 27, 2019

(SIDOARJOterkini) – Rencana pembangunan rumah duka persemayaman mayat di wilayah Ketegan Taman mendapatkan penolakan warga hal ini dikeranakan lokasinya yang berdekatan dengan pemukiman warga.Selasa (26/2/2019).

Terkait hal tersebut Bagian Sekretariat Daerah Pemkab Sidoarjo menginisiasi pertemuan antara warga Ketegan Taman dengan PT Surga Pelangi selaku penyedia jasa rumah duka. Mediasi kedua belah pihak digelar di ruang Delta Wicaksana.

Pertemuan selama empat jam yang dipimpin PLT Asisten Administrasi  Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Sidoarjo Benny Airlangga ini berlangsung sangat alot dan tidak menemukan kesepakatan. Perwakilan warga dari RT 13 RW 03 Ketegan Taman ini tetap bersikukuh menolak rencana pembangunan rumah duka tersebut.

Diungkapkan Dendy salah satu warga, sejatinya pihak warga tidak menolak dengan pembangunan namun untuk pembangunan yang peruntukan rumah duka persemayaman mayat warga tetap menolak keras.

“Lokasi yang berdekatan dengan pemukiman dan ditempat ini ada pembakaran mayat pastinya akan sangat mengganggu, “ungkap Dendy usai mediasi.

General Affair PT Surga Pelangi Ali Komala mengatakan, pihaknya sejatinya sudah melengkapi izin atas pembangunan rumah duka.

“Mulai Amdal, UKLdan UPL sudah kita lengkapi,”ujarnya.

Menanggapi pertemuan yang dilakukan dengan warga belum menemukan titik temu hari ini, Ali Komala menjelaskan pihaknya akan terus berusaha melakukan mediasi dengan warga sampai ada kata sepakat.

“Kita akan rencanakan untuk menggelar kembali pertemuan dengan pihak warga sampai ada titik temu,”ujarnya.

Diakuinya, pihak PT Surga Pelangi tidak akan memberikan kompensasi apapun dari pembangunan rumah duka ini namun pihaknya akan fasilitasi penyerapan tenaga kerja bagi warga sekitar.

Sementara itu PLT Asisten Administrasi  Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Sidoarjo Benny Airlangga mengungkapkan, pihak Pemkab dalam hal ini hanya fasilitator saja,  untuk pertemuan yang digelar antara kedua belah pihak tidak ada kata sepakat pihaknya akan menyerahkan kembali kepada keduanya untuk dimusyawarahkan lagi ditingkat kecamatan agar polemik bertahun-tahun tentang pembangunan rumah duka ini bisa segera tuntas.

“Akan dibicarakan lagi ditingkat kecamatan sampai ada titik temu,”tandasnya. (cles)