Pelaku Penganiayaan Di Counter HP Buncitan Sedati Berhasil Diringkus Polisi Di Jakarta

Februari 15, 2019

Video Penganiayaan yang dilakukan pelaku di sebuah counter yang sempat viral

(SIDOARJOterkini) – Setelah sempat viral di dunia maya video tentang penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pria terhadap perempuan di sebuah counter Handphone di kawasan Sedati. Satuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo bergerak cepat menindaklanjuti laporan aksi penganiayaan yang terekam CCTV berdurasi 1,5 menit tersebut.

Polisi berhasil meringkus pelaku penganiayaan Muhammad Nurman Tajuddin (20) asal Desa Gemuruh, Gedangan, Sidoarjo di Jakarta dan saat ini sudah dalam perjalanan ke Polresta Sidoarjo.

“Terduga pelaku sudah ditangkap dan sekarang sedang perjalanan kesini,” ujar Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol. Muhammad Harris, Jumat, 15 Februari 2019.

Dijelaskan Harris , Insiden itu berawal dari laporan korban Yunina Nadhia Anggraini (19) asal desa Betro, Sedati, Sidoarjo yang tidak lain adalah pacar pelaku kepada pihak kepolisian atas terjadinya penganiayaan yang dilakukan oleh terduga Muhammad Nurman di counter Handphone Theprofgroup desa Buncitan  Kecamatan   Sedati Sidoarjo, pada Kamis, (7/2) sekitar pukul 20.00 wib. Korban

“Jadi, usai kejadian korbannya melapor kesini bersama keluarganya,” tambah Harris.

Foto Pelaku Moh. Norman Tajudin (fb) 

Kejadian itu baru diketahui keluarga saat korban yang tengah diantar temannya pulang dalam keadaan memar di wajah. Saat ditanya keluarga, rekan korban menceritakan bahwa korban sudah dianiaya oleh pelaku ditempat kerjanya dengan cara memukul dengan tangan kosong.

“Berdasarkan pemeriksaan korban, wajah dan mata lebam,  pelaku sempat menginjak korban dengan kaki mengenai kepala hingga memar,” terangnya.

Menurutnya, terduga pelaku berhasil ditangkap dirumah saudaranya yang ada di Jakarta, setelah berpamitan kepada orang tuanya untuk menenangkan diri usai kejadian.

“Jadi, orang tuanya tahu kejadian itu, pelaku berpamitan untuk ke rumah kakaknya yang ada di Jakarta. Dan sekarang sudah berhasil kami amankan,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih menetapkan terduga pelaku sebagai saksi. Alasannya, masih dibutuhkan pemeriksaan untuk menaikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka.

“Nanti masih kami lakukan pemeriksaan. Setelah itu baru bisa kita tetapkan sebagai tersangka. Dan pihak orang tua korban meminta agar pelaku diproses hukum,” pungkasnya. (cles)