Dinilai Kurang Maksimal, Komisi C Akan Evaluasi Anggaran Perbaikan Sekolah

Maret 25, 2020

 

(SIDOARJOterkini) – Komisi C DPRD Sidoarjo yang membidangi pembangunan melakukan sidak ke SDN Klantingsari I dan SDN Klantingsari II Kecamatan Tarik Sidoarjo pada selasa kemarin 24 Maret 2020

Dalam sidak tersebut, anggota dewan mendapati sejumlah ruang kelas yang tak layak huni. Saat dikonfirmasi Suyarno Ketua Komisi C menyampaikan bahwa pihak sekolah sudah mengajukan perbaikan sejak 2017, Namun sampai saat ini masih belum di setujui oleh Dinas Pendidikan Sidoarjo.

“Kalau dilihat dari kondisi bangunannya sudah selayaknya mendapat bantuan rehab gedung. Tapi pada kenyataannya pengajuan anggaran perbaikan tersebut belum di setujui sama dinas,”Kata Suyarno Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo saat dikonfirmasi, Rabu 25 Maret 2020.

Melihat kondisi tersebut, Komisi C akan mengadakan evaluasi terhadap besaran anggaran perbaikan sekolah yang dinilai sampai saat ini belum berjalan maksimal.

“Kami juga akan minta data bangunan SDN yang mengalami kerusakan. Baik rusak ringan atau berat. Sehingga nanti pengalokasian berjalan dengan maksimal dan tepat sasaran,”ungkap politisi PDI Perjuangan itu.

Lebih lanjut, Suyarno menjelaskan bahwa pihaknya telah menyaksikan sendiri atap bangunan seperti Reng dan usuknya serta juga jendela banyak yang keropos. Sehingga hal ini cukup menjadi perhatian khusus, sebab berkaitan langsung dengan keselamatan para siswa sekolah tersebut.

“Kedua SDN itu perlu ditindaklanjuti dengan persetujuan anggaran perbaikan gedung. Harapannya proses belajar mengajar bisa tenang dan tidak berpikir soal dampak yang akan ditimbulkan dari rusaknya bangunan ruang kelas dan lainnya,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh M. Nizar Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo menyampaikan siap mengawal temuan ini. Apalagi proposal rehab kelasnya sudah diajukan ke Dinas Pendidikan sejak tahun 2017.

“Karena itu, kami sebagai dewan mendorong agar sebisa mungkin permasalahan SDN Klantingsari I dan SDN Klantingsari II terealisasi. Itu bakal kami kawal sampai perbaikan gedung sekolah itu, bisa terealisasi,” paparnya.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sidoarjo itu juga meminta data kongkrit soal data kerusakan bangunan SDN ke Dindik Pemkab Sidoarjo. Baik itu, untuk data kerusakan ringan, sedang maupun berat.

“Data itu untuk menentukan skala prioritas SDN mana saja yang layak dan segera mendapatkan bantuan rehab dan mana yang bisa ditunda. Karena data itu bisa dijadikan dasar menentukan besaran anggaran perbaikan SDN rusak se Sidoarjo,” jelasnya.(pung/cles)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *