Trend Pasar Properti Membaik, PT Sabrina Laksana Abadi Sidoarjo Bangun Hunian Perumahan di Lokasi Baru

Maret 9, 2020

(SIDOARJOterkini) – Seiring dengan semakin membaiknya ekonomi dan mulai tumbuhnya kepercayaan terhadap perusahaan properti, beberapa kalangan meyakini pasar properti akan berangsur meningkat.

Kabupaten Sidoarjo yang merupakan wilayah penyangga Surabaya pada tahun 2020 ini diprediksi bisnis properti akan melonjak tajam. Kondisi ini langsung ditangkap pengembang properti Sidoarjo PT Sabrina Laksana Abadi Sidoarjo.

“Dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik kita berharap capaian tahun 2020 ini akan semakin bagus,” ungkap H. Achmad Miftach Kurniawan Direktur PT Sabrina Laksana Abadi saat ditemui di kantornya Perum Berlian Kencana Sari Blok D22, Babatan, Panjunan, Kec. Sukodono, Minggu 08 Maret 2020.

Dijelaskan H. Achmad Miftach Kurniawan, dalam.perjalanan PT Sabrina Laksana Abadi terus memasarkan unit-unit perumahan yang ada di wilayah Sidoarjo. Diakuinya, capaian penjualan unit perumahan tahun 2019 lalu sangat menggembirakan.

“Hal ini tidak terlepas dari kualitas bangunan dengan lokasi perumahan bebas banjir yang kita pasarkan dan juga kepercayaan para user yang semakin lama mengalami peningkatan,”ungkap pria yang karib dipanggil H Wawan ini.

Untuk menyongsong trend pasar properti yang semakin baik itu, pihaknya telah mempersiapkan dengan membangun unit-unit di beberapa lokasi baru di Sidoarjo.

“Target pemasaran tahun 2020 ini kita naikkan menyusul respon pasar yang positif terhadap hunian baru di perumahan,”ucapnya.

Hal ini terbukti pada triwulan pertama tahun 2020 ini beberapa unit yang ada di beberapa lokasi antara lain Perumahan Panjunan Regency Sukodono, Perumahan Banjarsari Asri Buduran, Perumahan Kedungkembar Asri Prambon dan Perumahan Alam Candi Asri Candi telah laku terjual.

“Banyak diantara para peminat yang usai melakukan survei lokasi langsung mengajukan transaksi dengan sistem kredit in house,”ucapnya.

Untuk masalah harga per unitnya, H Wawan menegaskan, pihaknya berani bersaing dengan yang lainnya. Harga per unit yang dipilih variatif. Mulai harga Rp 300 juta hingga Rp 700 juta/unit,

H Wawan mengakui, beberapa waktu lalu bisnis propertinya sempat diterpa isu atas tuduhan yang tidak mendasar yang dihembuskan oleh orang yang mengatasnamakan kordinator paguyuban konsumen bernama Muhsin dan Notaris Eka Suci Rusdianingrum, yang menyebutkan kalau dirinya tidak membayar pajak dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 17 miliar. Bahkan pernyataan kedua orang tersebut sempat termuat di media online pada tanggal 29 dan 30 Nopember 2019 lalu.

“Saya tegaskan, kalau hal tersebut sangatlah tidak benar dan tuduhan tersebut sangat tidak mendasar, Kalau tidak percaya, silakan kroscek ke Badan Pelayanan Pajak Daerah Kab. Sidoarjo,” tandasnya. (cles)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *