Hasil Survei ISRC : Elektabilitas Kelana Paling Tinggi, Cak Nur Ahmad di Urutan Kelima

Maret 7, 2020

 

(SIDOARJOterkini) – Lembaga Survei Indonesia Strateguc Research & Consulting (ISRC) merilis hasil surveinya untuk pilkada Sidoarjo 2020.

Dalam survei tersebut menggunakan Multistage Random Sampling atau bertahap secara acak dengan 1000 responden yang sudah memiliki hak pilih di 18 Kecamatan

“Survei ini dilakukan dari tanggal 20-29 Februari 2020, dengan 1000 responden dengan metode wawancara tatap muka secara acak. Adapun margin erornya sebesar 3 persen,” Kata Achmad Jalaluddin, S.Si Direktur Riset ISRC saat memaparkan hasil surveinya di salah satu rumah makan di Jl. Ponti Sidoarjo, 07 Maret 2020.

Berdasarkan hasil survei tersebut ada 9 kandidat calon bupati atau wakil bupati yang memiliki tingkat popularitas paling tinggi, pertama H. Kelana Aprilianto 55,4 Persen, Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor 54,4 Persen, Nur Ahmad Syaifuddin 50,7 Persen

Kemudian Bambang Haryo Soekartono (BHS) 49,5 Persen, M. Taufiqulbar 45,2 Persen, Achmad Amir Aslichin 42,6 Persen dan Sullamul Hadi Nurmawan 20,6 Persen, M. Bahrul Amiq 12,4 Persen serta juga Hidar Assegaf 9,6 Persen.

Sedangkan tingkat keterpilihan atau elektabiltas dari 9 kandidat ini masih dibawah 15 Persen. Kelana Aprilianto dengan elektabiltas paling tinggi 12,4 Persen, disusul Bambang Haryo Soekartono 12,2 Persen, Ahmad Muhdlor Ali 8,4 Persen dan M. Taufiqulbar 7,2 Persen.

Selanjutnya ada Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin dengan elektabilitas 6,9 Persen, Achmad Amir Aslichin 6,7 Persen, Sullamul Hadi Nurmawan memiliki elektabilitas 3,6 Persen, M. Bahrul Amig 1,7 Persen dan yang terakhir Hidar Assegaf 1,2 persen. Sedangkan yang belum memilih atau memutuskan masih cukup besar yakni 40,7 Persen.

“Sebenarnya yang dimasukan dalam survei ini lebih dari 9 kandidat, namun karena tingkat elektabilitasnya kurang dari 1 persen kami tidak menampilkan disini,” Jelas Jalu.

Lebih lanjut Ahmad Jalaluddin menjelaskan bahwa masyarakat mengetahui terhadap para kandidat atau tingkat populiritas didapat dari media massa, Baliho dan media Sosial.

“Dan untuk meningkatkan elektabilitas itu lebih efektif dilakukan di media sosial,”tegasnya.(pung/cles)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *