Dengan Pesawat Casa NC-212 Puspenerbal, Pasukan Taifib Latihan Terjun Payung di Lanudal Juanda

November 10, 2019

(SIDOARJOterkini) – Sebanyak 34 penerjun dari Batalyon Taifib dan Denjaka melakukan latihan terjun payung di Lanudal Juanda untuk persiapan perayaan Hari Ulang Tahun Marinir ke 74 yang akan dipusatkan di Bumi Marinir Karang pilang Surabaya.

Pesawat Casa NC-212 milik Skuadron Udara 600 Wing Udara 2 Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) yang digunakan mengangkut para penerjun dalam latihan ini akan terbang dengan ketinggian hingga 1000 kaki.

Perwira Koordinator Lapangan Kapten Marinir Lilik Cahyanto mengatakan, sebanyak 34 personil yang akan melakukan penerjunan dalam latihan yang digelar hari ini sebagai persiapan perayaaan HUT Marinir ke-74 yang akan dilaksanakan di Karangpilang pada tanggal 15 November 2019 mendatang.

“Para penerjun terdiri dari personil batalyon Taifib, Denjaka dan ada dua penerjun dari Kowal,”ungkap Kapten Marinir Lilik Cahyanto, saat ditemui di Lanudal Juanda sebelum melakukan penerjunan.

Ditambahkannya, dalam latihan ini sebagai pematangan formasi yang nantinya akan ditampilkan pada saat pelaksanaan perayaan HUT Marinir ke 74.

“Akan kita tampilkan berbagai formasi dan atraksi. Para penerjun ini nantinya akan mengenakan pakaian adat daerah dari Sabang sampai Merauke,”ujar Lilik.

Berbagai perlengkapan dalam penerjunan telah melewati beberapa pemeriksaan sesuai dengan prosedur agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Satu-persatu penerjun mulai memasuki Pesawat CASA NC-212 yang bertugas membawa para penerjun.menuju ketinggian hingga 10.000 kaki diatas permukaan laut.

Dari atas pesawat, Pilot terus menginformasikan kondisi arah dan kecepatan angin. Informasi ketinggian juga terus disampaikan.

Mulai ketinggian 9500 kaki, pintu belakang pesawat persiapan dibuka. Penerjun bersiap, setelah ketinggian mencapai 10.000 kaki, Penerjun satu per satu loncat dari pesawat.

Pilot yang sudah terlatih membaca arah cepat angin, sehingga dapat menentukan kapan saat yang tepat untuk menerjunkan para penerjun, agar seluruh penerjun dapat mendarat di tempat yang telah ditentukan dengan selamat. Meningkatkan kemampuan personel dalam melaksanakan tugas pokok Skuadron 600 yaitu sebagai Skuadron Udara Angkut Taktis. Dimana dalam setiap penugasan setiap personel dituntut untuk Tanggap, Tanggon dan Trengginas sesuai dengan semboyan yang dimiliki oleh Skuadron Udara 600. (cles)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *