Monumen Pesawat Nomad Didirikan di Lanudal Juanda

November 7, 2019

(SIDOARJOterkini) – Berawal dari sebuah keinginan untuk mengembalikan kejayaan Penerbangan TNI AL, Danpuspenerbal Laksamana Edwin,S.H,M.Han mempunyai ide gagasan untuk mengumpulkan pesawat yang pernah berjaya di jamannya untuk dijadikan sebuah monumen. Gagasan tersebut kemudian ditangkap oleh Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut Muhammad Tohir yang akhirnya memerintahkan Kasat Faslan Lanudal Juanda Mayor Laut Elia Grestian untuk membangun monumen Pesawat.

“Monumen pesawat Nomad adalah monumen terbaru yang kita dirikan di bundaran Lanudal TNI AL,”ungkap Kasat Faslan Lanudal Juanda Mayor Laut Elia Grestian saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 7 November 2019.

Dijelaskan Mayor Laut Elia Grestian, Bandara Juanda merupakan pangkalan udara TNI AL terbesar di Indonesia.

“Kita berharap dengan keberadaan Monumen pesawat ini masyarakat akan tahu kalau Bandara Juanda ini adalah milik TNI AL,”ucapnya.

Pesawat Nomad yang dijadikan monumen ini lanjut Elia Grestia merupakan jenis pesawat canggih dijamannya buatan Australia tahun 1980. Pesawat Nomad ini merupakan pesawat yang digunakan TNI AL saat konflik dengan Timor Leste.

“Saat itu pesawat ini sempat membayangi kapal Portugis. Dari sinilah atas jasa Alutista TNI AL ini Pesawat Nomad ini dijadikan sebuah monumen,”ucapnya.

Monumen Pesawat Nomad didirikan dalam posisi siap terbang (take off) dan bermanuver dengan kemiringan 18 derajat arah Sidoarjo.

“Artinya kita dari TNI AL siap menjalankan tugas dan menjaga Sidoarjo,”papar perwira dengan satu melati di pundak ini.

Ditambahkan Elia, proses pendirian monumen pesawat Nomad ini memerlukan waktu hingga 37 hari mengingat berat mati dari pesawat ini mencapai 2,3 Ton dan dalam posisi terbang sehingga harus memperhitungkan kekuatan konstruksi penyangganya.

“Monumen Nomad ini satu-satunya monumen pesawat di Indonesia yang posisinya siap terbang (take off),”tegasnya.

Pihaknya berharap dengan adanya monumen pesawat yang telah banyak didirikan di kawasan Pangkalan udara TNI AL bisa menjadi sebuah edukasi bagi masyarakat khusunya Sidoarjo, dan paham tentang perjalanan sejarah Bandara Juanda yang merupakan pangkalan militer TNI AL terbesar di Indonesia. (cles)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *