Bisnis Burung Emprit Jepang, Pria Asal Porong Mampu Raup Jutaan Rupiah

Oktober 26, 2019

(SIDOARJOterkini) – Keuletan dalam mengelola usaha penangkaran burung Emprit Jepang yang dilakukan oleh Iwan Qurniawan (31) warga Desa Kebakalan Rt 1, Rw 1 Kecamatan Porong Sidoarjo dalam setahun terakhir, kini perlahan mulai membuahkan hasil.

“Awalnya saya hanya memiliki tiga pasang indukan burung Emprit Jepang ,” ungkap Iwan saat ditemui dirumahnya, Sabtu 26 Oktober 2019.

Burung Emprit Jepang atau Burung jenis Society Finch merupakan jenis burung kicau dengan corak bulu khas yang indah itu memang saat ini mulai digandrungi para pecinta burung. Bahkan dikatakan Iwan, dirinya mulai kebanjiran permintaan.

“Saat ini saya telah kembangbiakkan beberapa jenis indukan Emprit Jepang diantaranya Emje, Pinstat, starpin, Zebra, Gold Amadine. Jenis-jenis tersebut yang saat ini banyak diminati,”ucapnya.

Iwan saat melakukan perawatan pada bayi Emprit Jepang

Dia mengatakan, untuk mengembangbiakkan burung Emprit Jepang pertama kali harus bisa membedakan jenis kelaminnya. Karena burung ini sulit dibedakan antara jenis kelamin jantan dan betina.

“Pengamatannya harus jeli untuk membedakan jenis kelaminnya, dari perilaku, suara atau kicauan barulah bisa menentukan jenis kelaminnya. Misalnya, Burung yang sering mengembangkan bulu-bulu, serta memanjangkan lehernya dan sering berkicau bisa dipastikan berjenis kelamin jantan,”ungkapnya.

Untuk harga pasaran lanjut Iwan, Emprit Jepang harganya cenderung mengalami kenaikan. Untuk itulah dirinya terus menambah jumlah indukannya.

“Harga pasaran Emprit Jepang jenis Gold Amadine warna kuning biru per ekor Rp 750 ribu, perindukan Rp 1 juta. Sementara jenis Emje jambul per ekor Rp 1.250 hingga Rp 1.500, sedangkan untuk induknya Rp 4 juta,” tambah Iwan.

Untuk masalah perawatannya, Iwan mengaku burung Emprit Jepang sangat mudah sekali dan makanannyapun juga gampang dicari. Burung ini sangat rajin dalam merawat anaknya saat menetas.

“Begitu telur menetas induknya akan rajin memberikan makanan pada bayinya. Burung ini juga tahan terhadap penyakit,”imbuhnya.

Peluang usaha penangkaran burung Emprit Jepang yang digelutinya kini mulai kebanjiran permintaan. Indukan yang dimilikipun saat ini juga terus bertambah.

“Dari usaha Emprit Jepang ini ada pemasukan sekitar Rp. 3 Juta hingga Rp. 4 Juta rupiah Setiap bulannya,”pungkasnya. (cles)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *