Bisnis Pertamini Ilegal, Disperindag Sidoarjo Himbau pengusaha Segera Ganti Usaha

Oktober 21, 2019

(SIDOARJOterkini) – Usaha penjualan BBM oleh perorangan yang dikenal dengan Pertamini adalah usaha yang tidak resmi (Ilegal). Hal tersebut ditegaskan Tjarda Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo saat Sosialisasi Metrologian dan Pembinaan Pelaku Usaha Pertamini, di Fave Hotel, Senin 21 Oktober 2019.

Disampaikan Tjarda, harus ada ketegasan aturan, menyusul semakin menjamurnya usaha bahan bakar minyak (BBM) dengan sistem digital ini.

“Alat pompa pertamini tidak bisa di tera sehingga sangat merugikan konsumen dan keberadaannya sangat berbahaya untuk warga sekitar karena tidak dilengkapi dengan keamanan kebakaran,”ujarnya.

Disampaikannya, pihak BPH Migas telah mengatur pendistribusian BBM sesuai dengan penunjukan dan penyalur yang telah ditentukan

“Sub penyaluran untuk usaha bahan bakar minyak (BBM) Pertamini tidak termasuk katagori. Itupun sub penyalur harus tertentu itu bagi BBM yang bersubsidi. Semisal untuk bagi para nelayan atau petani itupun untuk sub penyaluran BBM subsidi,”ucapnya.

Untuk itu pihaknya menghimbau kepada para pengusaha pertamini yang ada di Sidoarjo khususnya, untuk segera melirik usaha lain agar nantinya tidak berbenturan dengan hukum.

“Karena berbagai pihak termasuk dari Polresta Sidoarjo tadi juga memberikan peringatan untuk hati-hati,”tuturnya.

Sesuai data yang ada, Disperindag Kabupaten Sidoarjo mencatat sebanyak 350 Pertamini yang saat ini beroperasi di wilayah Sidoarjo.

“Kita tidak akan lakukan penertiban tapi ada kesadaran dari para pengusaha untuk cepat-cepat banting stir usaha lain yang tidak dilarang,”harapnya.

Ada solusi yang ditawarkan untuk menekuni usaha yang resmi dan aman yakni dengan “Perta Shop”

“Untuk Perta Shop harga alatnya saja mencapai Rp 250 Juta, ya mungkin bisa bekerjasama dengan pihak ketiga, sedikit mahal tapi resmi dan aman,”tandasnya. (cles)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *