Sido Resik Beri Pelatihan Warga Desa Cara Kelola Sampah Menjadi Rupiah

Oktober 11, 2019

(SIDOARJOterkini) – Sido Resik memberikan pelatihan kepada warga Desa Tebel Kecamatan Gedangan dalam hal mengolah sampah, Kamis 10 Oktober 2019.

Kegiatan Lembaga yang bergerak peduli lingkungan ini diikuti para pemuda perwakilan dari karang taruna, IPNU, IPPNU, dan pegiat lingkungan. Hadir juga Duta Pepelingasih Kabupaten Sidoarjo dan perwakilan dari pegiat KLG (Kampung Lali Gadget).

“Pelatihan ini bentuk gerakan peduli lingkungan dengan memahami pengolahan sampah baik organik maupun anorganik yang berorientasi pendirian bank sampah di Desa Tebel,”ungkap CEO Sido Resik, Achmad Muhdlor Ali saat membuka pelatihan yang digelar di Balai Desa Tebel ini.

Dikatakan Pria yang karib dipanggil Gus Muhdlor ini, kegiatan ini merupakan langkah awal dalam pembentukan UMKM yang bergerak pada bidang Waste Preneur di masing-masing desa.

“Harapannya bisa terealisasi di seluruh desa di Sidoarjo dengan dukungan dan sinergitas para pemuda peduli lingkungan yang tergabung dalam relawan Sido Resik”ucapnya

Sementara itu Kepala Desa Tebel, Triono mengapresiasi gerakan yang dilakukan Sido Resik itu. Kata dia, pengetahuan yang didapat dari pelatihan, bisa menjadi bekal untuk bersinergi mewujudkan Desa Tebel menjadi Desa Zero Sampah.

Sementara itu, salah satu materi pelatihan, yakni pembuatan pupuk kompos dari sampah organik dan pengenalan Insenerator sebagai solusi cerdas pembakar sampah tanpa polusi yang dibawakan oleh Tim  Sido Resik yang dikoordinatori oleh Romanza Al Imron Selaku Koordinator Kajian dan Riset

Romanza menjelaskan mulai pentingnya pemahaman akan lingkungan dan sampah, pemahaman akan penyortiran sampah sebelum melakukan pengolahan sampah untuk menjadi pupuk kompos atau sampah anorganik.

“Kenapa karena kita paham pastinya  banyak diantara pemuda ataupun penggeraknya  yang butuh pembinaan, dan salah satu yang bisa kita terapkan adalah bagaimana kita belajar bersama untuk memahami mulai dari pengetahuan akan sampah, penyortiran hingga sampai  dengan mengelolah sampah organik dan anorganiknya, dimana dalam penyelenggaraan kegiatan ini pemuda desa Tebel akan mendapatkan tiga nilai yaitu, nilai lingkungan, nilai sosial, dan nilai ekonomi” tutur Romanza.

Persoalan  sampah di sidoarjo dari tahun ke tahun tak kunjung selesai, tingginya angka Volume sampah yang tak teroleh menjadi permasalahan kita bersama, potensi sampah di Sidoarjo masih mencapai angka 2.400 ton per hari. Sementara pada instalasi pengolah sampah di Sidoarjo hanya mampu menampung sekitar 600 ton sampah dalam per harinya.

Permasalahan  sampah menjadi persoalan serius sekarang ini. Bukan saja karena volumenya yang semakin bertambah, namun juga karena kesadaran masyarakat dalam mengatasi sampah juga masih rendah.

Bentuk kepedulian lingkungan dan kesadaran akan menjaga kesehatan sekitar harus ditanamkan dalam diri Masyarakat sidoarjo, dalam hal ini salah satu solusinya adalah memulai untuk mengedukasi para pemudanya untuk mulai memahami akan masalah sampah dan bagaimana merubahnya menjadi rupiah, dengan memisahkan sampah-sampah organik dan anorganik sebelum berakhir di tempat sampah. (st-12/cles/ahel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *