Implementasi Industri 4.0 Sebagai Strategi Wujudkan Ekonomi Kerakyatan

Mei 16, 2019

 

(SIDOARJOterkini) – Revolusi industri 4.0 merupakan babak baru dunia khususnya manusia untuk selangkah lebih maju menatap peradaban dunia. Hal tersebut merupakan materi pembahasan dalam Kegiataan Sosialisasi Empat pilar kebangsaan yang dilakukan oleh Anggota fraksi Partai kebangkitan Bangsa MPR RI Arzeti Bilbina SE, M.Ap di Mahamada Cafe Sidoarjo, 30 Maret 2019.

Disampaikan Arzeti, dominasi internet dan robot tentunya akan menggeser peradaban manusia. Sehingga dalam menghadapi era industri 4.0 ini, manusia dituntut untuk memiliki keahlian dan keterampilan khusus.

“Basis dari kemunculan revolusi industri itu sendiri adalah besarnya peran internet dalam mengautomatisasi dan mengintegrasikan seluruh sistem produksi dalam satu kesatuan atau bisa disebut dengan Internet Of Things (IoT),”ujar Arzeti.

Lebih jauh dikatakan Arzeti, dalam road map Making Indonesia 4.0 salah satu strategi pemerintah adalah dengan pengembangan sumber daya manusia yang berkaitan kuat antara kurikulum pendidikan tinggi maupun vokasi dengan kebutuhan keterampilan pada era industri 4.0 sehingga dapat meminimalisir Missmatch antara penawaran dan permintaan tenaga kerja.

“Salah satu cara mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia adalah konsep ekonomi
kerakyatan dan sudah dengan jelas ditulis di Pasal 33 UUD 1945”,ungkapnya.

Jalan menuju kesejahteraan Indonesia sangat lambat diwujudkan bahkan ada
kecenderungan memudar seiring waktu berjalan. Hal ini dikarenakan dalam operasionalisasinya banyak penafsiran dan penerapannya oleh berbagai pihak.

Sejarah mencatat, generasi demi generasi silih berganti berupaya mengerjakan konsep
ekonomi kerakyatan namun di tengah deru hiruk pikuk situasi lingkungan dan berbagai
kepentingan internal maupun eksternal negara Indonesia, sering kali kompromi atau
jalan tengah merupakan keputusan yang diambil untuk dapat memuaskan semua pihak, meski disadari juga bahwa hal tersebut menjauh dari ekonomi kerakyatan.

Memang tidak mudah dalam kenyataan mewujudkan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Tantangan besar saat ini terhadap ekonomi kerakyatan adalah pemahaman dan kepercayaan generasi penerus terhadap ekonomi kerakyatan.

“Era Industry 4.0 yang diusung generasi milenial adalah kenyataan Indonesia hari ini dan masa depan,”tuturnya.

Sepertinya konsep ekonomi kerakyatan harus dikunjungi kembali generasi milenial
bersama generasi pendahulunya agar proses “baton passing” seperti di nomor lari
estafet cabang olahraga atletik dapat berjalan mulus. Berbagai lembaga pendidikan baik formal maupun non-formal menjadi sandaran untuk mencetak sumberdaya manusia Indonesia yang paham dan percaya terhadap ekonomi
kerakyatan. Sebuah konsep akan tidak pernah terwujud jika tidak ada orang yang
paham dan mempercayainya untuk dikerjakan. Apabila generasi penerus yang
menguasai berbagai kemajuan tekhnologi di era Industri 4.0 dengan mulus dapat
menerima tongkat estafet perjuangan mewujudkan ekonomi kerakyatan maka
kemajuan lari bangsa Indonesia akan lebih cepat mendapat medali emas – Indonesia
sejahtera melalui ekonomi kerakyatan yang didukung teknologi.

“Ekonomi kerakyatan sebagai benteng ketahanan ekonomi harus didukung dan dilindungi oleh pemerintah. Sesuai amanat konstitusi, memajukam kesejahteran umum untuk membangun ekonomi yang kuat,”tandas Arzeti. (cles)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *