Lakukan Penganiayaan Saat Mabuk, Warga Buduran Laporkan Kakak Kandungnya ke Polisi

April 10, 2019

Fitriawati Korban Penganiayaan Kakak Kandungnya

(SIDOARJOterkini) – Fitriawati (31) Warga Desa Sidokerto RT 02, RW 05, Kec. Buduran akhirnya harus melaporkan tindakan M Alaikum (34) yang merupakan Kakak kandungnya sendiri yang telah menganiayanya ke Polisi.

Tabiat M Alaikum ini sangat meresahkan warga sekitar. Tidak jarang lelaki ini menganiaya saudaranya dan sekaligus mengancam Ibu kandungnya yang akan di bunuh. Puncak kekesalan keluarga terjadi Minggu kemarin, setelah M. Alaikum menganiaya adiknya sendiri, yang bernama Fitri. Dan peristiwa itu langsung di laporkan ke Polsek Buduran.

Akibat dari penganiayaan pada hari Minggu sore (7/4/19) kemarin, korban Fitri tidak berani pulang ke rumahnya. Lantaran korban Fitri masih trauma dan juga di ancam oleh pelaku, akan di bunuh, kalau pulang ke rumah.

“Saya sudah tiga hari gak pulang, mas,” kata korban Fitri.

Selain tidak pulang ke rumah, korban Fitri juga tidak bisa kerja. Karena Fitri takut, kalau sampai Fitri masuk kerja, pelaku akan mendatangi tempat kerjanya. Dan peristiwa penganiayaan itu, pasti akan terulang lagi.

“Saya sudah di ancam akan di cari ke tempat kerja. Saya masih trauma,” tutur Fitri.

Puncak kekesalan yang terjadi pada hari Minggu kemarin itu berawal saat pelaku M. Alaikum Pinjam motor korban. Dan motor korban itu di gunakan untuk acara pesta miras. Saat pesta miras itu, motor korban Fitri, dipinjam teman Alaikum. Mungkin karena pengaruh alkohol, teman Alaikum tidak bisa mengendalikan motor dan nabrak.

“Saat motor saya di bawa pulang kakak, keadaan motor saya dalam keadaan rusak,” terangnya.

Melihat keadaan motornya rusak, Fitri menanyakan ke pelaku. Dan pelaku memberitahu, kalau motor korban habis jatuh.

“Di bawa temanku, nabrak entah dimana,” ucap Fitri menirukan Alaikum.

Setelah mengembalikan motor itu, pelaku keluar rumah lagi, untuk melanjutkan acara pesta miras. Sepulang Alaikum pesta miras terjadilah peristiwa penganiayaan itu.

“Awalnya motor saya yang sudah rusak itu, di rusak lagi oleh Alaikum, dengan pedang. Tidak puas merusak motor, pelaku menghajar saya,” ungkapnya.

Kelakuan Alaikum itu, tidak hanya sekali itu saja. Sudah sering kali ia menganiaya keluarganya. Bahkan ibu kandungnya pun sering di ancam akan di bunuh, dengan pisau. Anehnya tetangga korban tidak ada yang menolong korban, saat Alaikum melakukan penganiayaan.

“Tetangga tidak ada yang berani menolong, mas,” ucapnya.

Korban berharap kepada polisi, untuk segera menangkap pelaku. Terkait laporan itu,, Korban sudah di hubungi salah satu anggota Polsek Buduran. Namun anehnya anggota tersebut menyuruh korban Fitri untuk mengajak pelaku ke Mapolsek Buduran.

“Kalau saya mengajak kakak saya ke polsek, kemungkinan sebelum sampai di Polsek, saya sudah mati,” ucapnya dengan penuh kesal.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Buduran Iptu Nanang mengatakan terkait masalah penganiayaan itu. Anggota Polsek Buduran sudah melakukan upaya maksimal, sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Iya mas, masih kita lidik,” jawabnya singkat. (cles)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *