Dongkrak Ekonomi Warga Desa Komunitas Sidoarjo Positif Berikan Pelatihan Budidaya Lele

Maret 19, 2019

(SIDOARJOterkini) – Untuk mendongkrak perekonomian masyarakat desa, Minarak Brantas Gas bersama komunitas Sidoarjo Positif memberikan pelatihan budidaya ikan lele kepada warga Kedungbanteng Tanggulangin.

Upaya pemberdayaan ekonomi warga itu diawali dengan “Seminar Peningkatan Perekonomian Desa melalui Budidaya Lele di Desa Kedungbanteng”. Seminar ini mendatangkan pembicara Jefri,40, seorang peternak lele dengan label Azura Farms yang juga pemilik produk makanan ringan olahan dari ikan lele.

Dihadapan warga Jefri memaparkan, kelebihan dari jenis ikan lele ini adalah ikan yang bisa hidup diberbagai media kolam air. Kolam tanah, kolam pondasi semen bahkan kolam terpal. Hal inilah yang membuat budidaya lele lebih mudah. Disamping itu ikan lele ini sangat tahan dengan berbagai penyakit karena seluruh tubuhnya ada lapisan lendir.

“Karena memeliharanya lebih mudah dan tahan penyakit, maka memelihara ikan ini tentu saja lebih murah biayanya,” kata Jefri.

Di sisi lain, pangsa pasar ikan lele sangat luas dan permintaannya tinggi. Saat ini banyak rumah makan, warung atau kedai yang menjual lauk lele.

“Kebutuhan pasar lele sangat tinggi yaitu sekitar 23 ton per harinya dan saat ini hanya terpenuhi 10 ton saja,” kata Jefri.

Lele merupakan salah satu ikan paling populer di masyarakat Indonesia. Ikan ini bisa disajikan dengan cara menu pecel lele, sambel lele, lele bakar, dan sebagainya. Dengan banyaknya kreasi makanan berbahan dasar lele, membuat lele memiliki pangsa pasar yang sangat luas.

Selain dikonsumsi langsung, lele juga biasa menjadi sajian masakan di warung makan hingga restoran. Lele juga bisa dijadikan camilan yang nikmat dalam segala suasana.

“Maka warga desa ini bisa memanfaatkan lahan untuk membudidayakan lele dan meningkatkan perekonomian,” kata Jefri.

Haqi, salah satu warga peserta seminar berharap, tempat budidaya lele bisa terealisasi di Desa Kedungbanteng. Kemudian dari peternakan lele bisa berkembang menjadi inovasi dan olahan terbaru berbahan ikan lele.

“Saya senang dengan seminar ini, sebab akhirnya tahu, lele yang dulunya hanya digoreng saja jadi lauk, saat ini dapat diinovasikan sebagai makanan ringan atau cemilan,” kata Haqi.

Bayu, peserta seminar lainnya mengaku sangat berterimakasih dengan seminar itu. Menurutnya, pengetahuan budidaya lele warga belum merata dan sepenuhnya paham. Seminar dengan pembicara yang juga praktisi atau peternak lele sangat menginspirasi warga, terutama kaum muda.

“Kami khususnya pemuda sangat antusias dengan kegiatan ini dan sangat berterima kasih kepada Minarak Brantas Gas” kata Bayu. Dia berharap, setelah ini akan ada praktik pelatihan budidaya lele di desanya.

PR Manager Minarak Brantas Gas Arief Setyo Widodo menyatakan, budidaya lele sangat baik dilakukan untuk menunjang perekonomian desa melalui pemberdayaan masyarakat yang didukung penuh Minarak Brantas Gas dengan menggandeng Sidoarjo Positif.

“Semoga kegiatan budidaya lele ini bermanfaat untuk masyarakat Desa Kedungbanteng,” ujarnya.(cles)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *