Komplotan Bandit Pencuri Truk Di Pabean Sedati Tertangkap

Maret 8, 2019

(SIDOARJOterkini) – Unit Reskrim Polsek Sedati bersama dengan Sat Reskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap sekaligus meringkus Komplotan bandit pencuri truk dan mobil pikap.

Berawal dari pencurian truk yang beberapa waktu terjadi di Dusun Payang, Desa Pabean, Kecamatan Sedati pada Sabtu (23/2) lalu. Yang saat itu sempat terekam kamera cctv yang terpasang di rumah tetangga korban, 4 Bandit yang terlihat mendorong truk dan 1 oran berada diatas mobil terekam jelas di CCTV.

“Ketika itu, mereka menggasak truk engkel bernopol K 1574 JN yang diparkir di halaman rumah korban, “ungkap Kapolsek Sedati AKP I Gusti Made Merta, Jumat (8/3/2019).

Nah, Berbekal rekaman CCTV itulah serta penyelidikan yang dilakukan polisi, diketahui bahwa ciri-ciri para bandit dalam komplotan itu sama dengan komplotan pelaku kejahatan yang sedang diburu Unit Resmob Polrestabes Surabaya.

“Kitapun bersama dengan Tim Resmob Polrestabes melakukan perburuan terhadap komplotan ini yang diketahui berada di wilayah Malang, “ucapnya.

Akhirnya polisi  berhasil meringkus kelima penjahat pencuri truk dan pikap tersebut di Malang.

“Sementara ini Tiga tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polrestabes Surabaya karena juga melakukan kejahatan di wilayah hukum Surabaya, Setelah selesai baru menjalani hukuman disini,”ungkapnya.

Dua pelaku yang sudah diamankan di Polsek Sedati adalah Lukman (48), warga Lowokwaru, Malang; dan Rusdi (31), warga Pamekasan, Madura.

Sementara tiga yang masih menjalani pemeriksaan di Polrestabes Surabaya adalah Junaidi (37), Abdul Rahem (26), dan Giman Efendi (29), ketiganya asal Pamekasan, Madura.

Di Surabaya, tiga orang tersebut berkomplot mencuri pikap. Mereka adalah residivis yang dalam komplotan ini dipimpin oleh Junaidi. Modusnya merusak kunci mobil dengan Kunci T.

Mereka biasa mendorong mobil menjauh dari lokasi parkir dulu, setelah dirasa aman baru dinyalakan untuk dibawa kabur.

“Setelah di Sedati. Mereka juga mencuri mobil Elf di Pasuruan,” ucap Gusti.

Dalam pemeriksaan, para tersangka mengaku bahwa truk curian di Sedati dijual oleh komplotan itu seharga Rp 20 juta. Empat anggota sindikat, termasuk Lukman dan Rusdi, mendapat bagian Rp 3 juta. Sisanya diambil alih oleh pimpinan mereka. (cles)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *