Curah Hujan Tinggi Dan Kebersihan Lingkungan Kurang, Penyebab Penderita DBD Di Sidoarjo Tinggi

Februari 6, 2019

(SIDOARJOterkini) – Tingginya kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Sidoarjo dikarenakan karena tingginya curah hujan dan kurangnya menjaga kebersihan lingkungan. Hal tersebut diungkapkan oleh dr. M.Atho’illah Kabid P2P (pencegahan dan pengendalian penyakit) Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Rabu, (6/2/2019).

Menurutnya, nyamuk Aides agepty akan cepat berkembang pada air penampungan yang kotor, genangan yang dasarnya bukan dari tanah, bak mandi, kolam ikan, tong bekas, dan kaleng yang tak tertutup.

“Hal itulah salah satu penyebab tingginya penderita demam berdarah di Kabupaten Sidoarjo, “ujarnya.

Dirinya mengaku sebenarnya laporan yang masuk ke dinas kesehatan banyak, namun dari yang teridentifikasi ada 58 kasus DBD dalam sebulan terakhir.

“Hal tersebut berdasarkan Penyelidikan Epidemiologi (PE) yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran terhadap suatu masalah kesehatan atau penyakit secara detail,”ucapnya.

Dari jumlah kasus DBD yang ada, penderita usia balita yakni 1-5 tahun berjumlah 6 kasus, usia 6 hingga 14 tahun berjumlah 26 kasus dan usia 15 sampai 50 tahun berjumlah 26 kasus. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan jumlah kasus DBD pada Januari 2018 lalu.

Sementara, Direktur RSUD Sidoarjo, dr. Atok Irawan menambahkan hingga saat ini jumlah penderita DBD yang masih dirawat inap berjumlah 29 orang, dengan rincian 25 orang masuk dalam daftar dewasa, dan sisanya penderita kalangan anak-anak.

“Itu jumlah hari ini, karena sebagian besar sudah ada yang pulang,” kata dr. Atok Irawan.

Pihaknya akan terus mengintensifkan penanganan terhadap penderita DBD, mengingat curah hujan saat ini mudah menyebabkan orang lain terjangkit virus DBD.(cles)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *