Jasad Pria Mindi Yang Lompat Ke Sungai Brantas Belum Ditemukan, Tim Pencarian Terkendala Hujan dan Lumpur

Februari 5, 2019

(SIDOARJOterkini) – Petugas gabungan dari Basarnas, Tagana serta kepolisian terus melakukan upaya pencarian jasad Santoso warga Mindi yang diduga melompat ke sungai Brantas di Porong.

Pada hari ketiga pencarian yang dilakukan belum membuahkan hasil, hal ini disebabkan kondisi hujan disertai petir.

Hal tersebut diungkapkan ketua Tim pencarian dari Basarnas Achmad Farid Kurniadi, pada hari ketiga pencarian ini pihaknya terkendala oleh kondisi cuaca hujan yang disertai petir. Disamping itu kondisi sungai yang banyak lumpurnya dan sungai mengalami pendangkalan.

“Hari ini tadi pukul 12.00 – 13.00 WIB, Tim harus berhenti melakukan pencarian karena kondisi hujan yang disertai petir, “ungkap Farid di lokasi pencarian, Selasa (5/2/2019).

Dijelaskannya, pada pencarian kali ini terbagi menjadi tiga grup dengan dua perahu karet. Grup pertama melakukan penyisiran hingga muara,  yang kedua melakukan pencarian di sekitar Tempat Kejadian Musibah (TKM).

“Sedangkan satu grup melakukan pengawasan dari darat dengan melakukan pemantauan dari atas, “ujarnya.

Pencarian akan dilanjutkan esok hari dengan melakukan penyisiran tempat-tempat yang dicurigai di sekitar TKM. Dan Besok pihak Basarnas akan menambah satu perahu karet lagi untuk lebih mengintensifkan pencarian.

“Besok akan didatangkan kembali satu Perahu karet untuk mendukung pencarian,”pungkasnya.

Perlu diketahui,  Pria  bernama Santoso (43), asal Kelurahan Mindi, Kecamatan Porong, melakukan aksi terjun bebas dari atas jembatan Arteri Porong ke sungai Brantas, Minggu 3 Februari 2019. Belum jelas permasalahannya hingga dirinya sampai menceburkan diri ke sungai. Sampai saat ini jasad Santoso belum ditemukan. (cles)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *