KOSTI Sidoarjo Akan Gelar Ngonthel Bumi Jenggolo 2

Januari 31, 2019

(SIDOARJOterkini) – Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) dalam ulang tahunnya ke 11 akan menggelar event internasional bersepeda bersama bertajuk Ngonthel Bumi Jenggolo 2.

Ribuaan penggemar sepeda kuno akan ikut serta dalam acara yang bekerjasama dengan Pemkab Sidoarjo untuk bersiap memecahkan rekor dunia untuk bersepeda tua dengan berbaju lurik terbanyak di dunia.

Ngonthel Bumi Jenggolo 2 yang akan digelar pada tanggal 9-10 Februari ini sekaligus memperingati hari jadi Kabupaten Sidoarjo yang ke 160.

Ketua Panitia PeIaksana Ngonthel Buml Jenggolo 2 H. Bambang Waluyojati mengatakan event ini dinilai pertama kalinya dalam sejarah, KOSTI Sidoarjo bersama Pemkab, Sidoarjo menjadi tuan rumah bagi puluhan ribu onthelis yang seluruh penjuru nusantara.

Kegiatan dengan tematik ‘Energy Onthel Of Asia Pacific” ini juga akan dihadiri onthelis dari luar negeri. Seperti peserta dari Thailand, Malaysia, Singapura dan bahkan dari Eropa.

“Selama dua hari kawasan GOR Sidoarjo akan tumpah ruah dengan aktivitas para penggemar sepeda tua,” katanya Kamis (31/1/2019).

Ngonthel Bumi Jenggolo 2, merupakan event internasional awal tahun 2019 bagi KOSTl. Acara akan berlangsung selama dua hari itu akan diisi oleh banyak acara. Seperti, Bazaar UKM. Klithikan dan juga pasar barang antik.

Sambung Bambang, nantinya juga ada lomba-Lomba yang berkaitan dengan sepeda tua. Seperti lomba lari dengan membawa sepeda, lomba merakit sepeda, lomba mengayuh sepeda lambat.

“Nanti juga ada lomba sepeda Penny Farthing (Hogebi) secara Nasional. Lomba mirip Bung Karno, Bung Hatta, dan juga  mirip Jenderal Sudirman akan digelar,” jelas Bambang.

Lebih jauh Bambang menjelaskan, sinergi dengan Pemkab Sidoarjo ini adalah menjadi salah satu potensi andalan bagi Kabupaten Sidoarjo. serta punya misi khusus membawa Sidoarjo menjadi destinasi dunia.

“Dengan kegiatan yang digelar ini diharapkan wisata yang ada di Sidoarjo bisa dikenal di dunia dan masyarakat akan tahu, dengan bersepeda disamping menyehatkan, semua bisa bersatu tanpa melihat agama,  suku dan golongan,”tandasnya. (cles)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *