Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu, Ini Yang Dilakukan Polresta Sidoarjo

Januari 17, 2019

(SIDOARJOterkini) – Mendekati perhelatan pemilihan legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), aktifitas persiapan pemilu di Sidoarjo semakin meningkat.

Bahkan jika sebelumnya acara dialogis, sosialisasi yang digelar baik oleh partai maupun Caleg hanya tiga atau empat kali acara, kali ini acara seperti ini bisa sampai tujuh atau delapan kali digelar dalam sehari.

“Hasil evaluasi sementara kami memang demikian, Kenaikannya mencapai dua kali. Ada peningkatan. Tapi sejauh ini semua masih kondusif. Semoga tetap kondusif sampai semua tahapan pemilu selesai dan seterusnya,” ungkap Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho, Kamis (17/1/2019).

Diungkapkan Kapolresta, anggota sudah disiagakan untuk selalu memberikan pengamanan pada semua acara yang digelar. Hal ini berdasarkan pemberitahuan dari pihak yang melakukan kampanye atau kegiatan.

“Sistem pengamanannya  secara terbuka dan pengamanan tertutup,” lanjut Zain.

Dalam pengamanan ini, pihaknya juga selalu berkordinasi dengan Bawaslu. Harapannya, supaya potensi pelanggaran pemilu bisa dicegah di setiap kegiatan.

Di sisi lain, polisi juga terus bersilaturahmi ke para tokoh agama, tokoh masyarakat dan berbagai pihak di Sidoarjo. Untuk bersama-sama menjaga proses pemilu di Kota Delta agar berjalan aman dan lancar.

“Kami juga terus mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dan terpancing dengan kabar atau berita yang belum tentu benar, kabar berbau SARA, fitnah, hoaks, dan sebagainya,” tutur Kapolresta.

Diharapkan, masyarakat selalu menyaring informasi yang didapat. Jika tidak jelas kebenarannya, sebaiknya jangan ikut menyebarkan. Ketimbang jadi masalah panjang.

Tak hanya itu, untuk menangkal penyebaran hoaks di Sidoarjo, polisi juga terus melakukan patroli siber. Mencari dan menelusuri akun-akun atau postingan di sosial media yang berbau sara, hoaks, fitnah, dan sebagainya.

“Sejauh ini belum ditemukan.Tapi jika ada, kami langsung klarifikasi. Dan jika tetap berlanjut, maka akan di-take down. Atau jika mengandung unsur pidana, bakal diproses secara hukum,” pungkas mantan Sekpri Kapolri ini. (cles)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *