Usai Ditetapkan Tersangka kasus Mafia Bola, Vigit Waluyo Dijenguk PHnya di Lapas Sidoarjo

Januari 16, 2019

 

(SIDOARJOterkini)  – Usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus mafia bola di Indonesia Senin (14/1/2019), M Sholeh SH selaku Kuasa hukum Vigit Waluyo (VW) menilai penetapan status tersangka atas kliennya cacat hukum.

Diungkapkan Sholeh, Pihaknya menyayangkan penetapan tersangka tanpa diperiksa terlebih dahulu. hal ini mengacu Mahkamah Konstitusi No. 21 tahun 2014 sebagai pertimbangan hukumnya.

“Penetapan tersangka harus didahului pemeriksaan calon tersangka,” ucap M. Sholeh kuasa hukum VW usai membesuk Vigit Waluyo di Lapas Kelas 2A Sidoarjo, Selasa (15/1/2108).

Ditegaskannya, Penetapan tersangka atas kliennya ini cacat hukum, karena ini bukan kasus OTT. Penyidik harus hati-hati. Kasus ini menjadi perhatian publik karena terkait kasus mafia bola. Menurutnya, menegakkan hukum tidak boleh dengan cara melanggar hukum.

“Periksa aja dulu, terlepas hasil pemeriksaan sebagai saksi, penyidik tetep gak yakin, itu lain soal. Terpenting prosedurnya,” imbuhnya.

Sholeh menuturkan kondisi VW saat ini dalam keadaan sakit. Pihaknya menyarankan VW untuk ketemu dokter dan Opname.

“Saat ini klien kami sedang sakit Typus, sakit Jantung juga ada. Kami menyarankan untuk dirawat,” tambah Sholeh.

Pihaknya mengaku akan melakukan upaya banding terkait putusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI Liga 2 dalam kasus pelanggaran disiplin dengan nomer putusan 107/L2/SK/KD-PSSI/I/2019. Selain itu, putusan Komdis dinilainya Aneh Bin Ajaib

“Karena didalam putusan tersebut Ia dituduh membiayai beberapa klub, namun tanpa disebut klub mana saja yang dibiayainya. Selanjutnya, dituduh melakukan pengaturan skor, pertandingan apa juga tidak disebut dalam surat putusan itu,” bebernya.

Lebih jauh Sholeh menjelaskan, sejumlah tuduhan yang disebutkan kepada kliennya dinilainya tidak benar. Menurutnya, diakhir tahun 2017, VW sudah tidak aktif dalam dunia persepakbolaan.

“Akhir tahun 2017 Vigit sudah tidak aktif dalam sepakbola. Kenapa ada tuduhan nyekik pelatih klub Kalteng Putra, itu bohong semua. Dia tidak pernah melakukan, ktemu aja tidak pernah. Dan, itu juga telah dibantah oleh pelatih itu saat ketemu dengan Komdis,” tandasnya. (cles)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *