Diduga Hanya Karena Omongan Warkop Pelangi Medalem Tulangan Diserang Puluhan Massa

Desember 24, 2018

Warkop Pelangi Desa Medalem Yang Diserang Puluhan Massa.

(SIDOARJOterkini) – Puluhan massa yang bersenjata tajam secara tiba-tiba menyerang sebuah warung kopi “Pelangi” yang terletak di Desa Medalem RT 3/RW 1, Tulangan. Minggu dini hari (23/12/2018).

Dari informasi yang dihimpun di lokasi, aksi penyerangan massa bersajam itu terjadi sekitar pukul 02.00. Saat itu ada sekitar belasan warga Desa Medalem sedang asyik ngopi di warkop yang ada di ujung pertigaan jalan tersebut. Secara tiba –tiba puluhan massa yang membawa senjata tajam mendatangi warung tersebut. Dua warga setempat mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut. Diduga puluhan massa tersebut merupakan warga Desa Durungbedug, Kecamatan Candi yang berada di seberang jembatan dekat lokasi kejadian.

“Kebanyakan datang naik motor berbonceng tiga. Mereka juga kelihatan membawa senjata tajam,” terang Adi, salah satu warga Medalem.

Diceritakan Adi, Setelah memarkir motornya, massa langsung memukuli warga yang ada di warung tersebut. Warga yang ada di warung langsung berlarian dan tak berani melawan lantaran massa sebagian besar membawa senjata tajam.

“Saya dipukul pakai botol minuman dari kaca dua kali. Kemudian pingsan dan saat sadar saya sudah di rumah sakit,” imbuh pria yang masih bujang tersebut.

Akibat pukulan benda tajam itu, Adi harus mendapatkan 16 jahitan di tubuhnya.

“ Tujuh di kepala, satu di tangan dan enam dikaki.” Beber Adi.

Tak hanya Adi yang menjadi korban, Timan yang merupakan Perangkat Desa setempat juga menjadi korban penyerangan. Ia juga mendapatkan luka robek di tubuhnya. Selain itu, perkakas warung seperti gelas dan sejumlah kaca rumah warga juga pecah akibat serbuan massa tersebut.

Kapolsek Tulangan AKP Nadzir Syah mengungkapkan, penyerangan ini diduga karena emosi yang dipicu dari ejekan warga.

“Dipicu masalah omongan,” tegas Nadzir, Senin (24/12/2018).

Nadzir melanjutkan, setelah kejadian itu, pihaknya juga telah menurunkan personel untuk melakukan penyelidikan dan pengamanan di lokasi kejadian.

“Kepala Desa dari dua desa yang terlibat juga sudah bertemu di lokasi,” imbuhnya.

Kendati demikan, pihaknya juga belum melakukan langkah reperesif, terhadap peristiwa penyerangan tersebut. Nadzir akan mengupayakan langkah mediasi guna meredam kejadian tersebut.

“ Pemeriksaan hanya keterangan saksi dan korban, kalau penetapan tersangka belum ada,” sambungnya.

Ia berharap, kedua kepala desa setempat dapat membantu meredam dan bermediasi atas peristiwa yang terjadi pada Minggu dini hari tersebut. Kendati demikian, pihaknya juga tengah mensiagakan personel dan Babinkamtibmas setempat untuk membantu mengkondusifkan situasi di lokasi kejadian. (cles)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *