DPRD Sidoarjo Minta Pemkab Antisipasi dan Siaga Penanganan Banjir

November 29, 2018

(SIDOARJOterkini) – Datangnya musim hujan mendapat perhatian serius dari Komisi C DPRD Sidoarjo.  Komisi yang membidangi pembangunan ini berharap agar Pemkab Sidoarjo melalui instansi terkait bisa mengantisipasi banjir.

 

Terutama kawasan-kawasan yang langganan banjir harus mendapat perhatian serius dari instansi terkait. Karena itu, Komisi C DPRD Sidoarjo meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo untuk konsen mengantisipasi kawasan-kawasan yang tergenang air.

Abdillah Nasih

Ketua Komisi C Abdillah Nasih mengatakan, di Kabupaten Sidoarjo sudah mulai turun hujan. Dinas terkait harus siaga untuk bisa mencegah genangan air saat hujan deras. “Pompa air harus disiagakan. Begitu hujan dan ada potensi genangan langsung ada tindakan agar tidak meluas,” pintanya.

 

Tahun 2018 ini,  lanjut Nasih,  ada sejumlah proyek box culvert.  Diharapkan bisa mengurangi banjir,  terutama pemukiman perkotaan.  Sebab fungsi box culvert yang ukurannya cukup besat untuk memperlancar pembuangan air dari kawasan pemukiman ke sungai.

 

Sedangkan disejumlah titik dekat sungai juga sudah disiagakan pompa air.  Nantinya,  bisa mengurangi volume air yang ada di pemukiman.

 

Kendati demikian,  Nasih mengakui jika permasalahan banjir di Kabupaten Sidoarjo salah satu penyebabnya ketika air laut pasang.  Air dari pemukiman tidak bisa langsung mengalir ke sungai karena kondisi air di sungai juga penuh.

 

Sedangkan untuk menangani dampak bencana banjir dan bencana lainnya saat musim hujan, Komisi C juga minta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga harus tanggap jika ada dampak banjir yang mengakibatkan banjir. “Harus ada komunikasi untuk mencegah dan menanggulangi,” ujarnya.

 

Saat ini, kondisi Kabupaten Sidoarjo masih aman. Meskipun ada genangan air saat hujan dan bencana puting beliung,  namun masih bisa diatasi.

 

Nasih juga meminta agar pengerjaan infrastruktur yang berhubungan dengan penanggulangan banjir juga harus dimonitor. Harapannya, pembangunan box culvert serta pengerukan sungai bisa berdampak untuk  mengurangi  genangan air.

 

Untuk kawasan Sidoarjo utara,  penanangan banjir titik tekannya ada di Sungai Buntung.  Sungai tengah kota dan Sungai yang ada di sisi selatan Sidoarjo.

 

Untuk mengantisipasi banjir,  dalam pertemuan Komisi C dan PUPR Sidoarjo sebenarnya sudah ditekankan agar melibatkan pemerintah desa. Artinya, pihak desa ikut memelihara saluran dan sungai yang melintas di desanya.

 

Bahkan,  bila perlu pengerukan sungai juga mengusulkan ke instansi terkait.  Dengan demikian bisa segera ditangani pengerukan sungai-sungai yang dangkal.

 

Bukan hanya itu,  lebih penting dalam menangani banjir adalah peran serta masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai.  Sampai saat ini masih terlihat sampah hanyut di sungai,  bahkan jumlahnya cukup banyak.  “Kalau pola pikir masyarakat masih membuang sampah di sungai,  jangan harap bisa terbebas banjir, ” ujar anggota Komisi C Juana Sari.

Juana Sari

Menurut Juana Sari,  dari pantauannya banyak saluran dan sungai yang dangkal karena tersumbat sampah.  Padahal dibeberapa titik sungai sudah dipasang jaring penghalang agar memudahkan dalam mengangkat sampah di sungai.

 

Selain minta dinas terkait mengantisipasi banjir,  Komisi C juga minta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBP)  Sidoarjo menyiapkan keperluan dampak bencana.  Seperti ketika banjir datang,  perahu karet dan bantuan lainnya sudah siap.

 

Demikian  ketika ada bencana angin puting beliung,  pihak terkait juga sudah siap.  “Sidoarjo termasuk daerah rawan angin puting beliung.  Maka perlu disiapkan penanganannya, ” pungkas Juana Sari.  (st-12/ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *