Revitalisasi Sentra IKM Dorong Kemajuan Industri Kulit Tanggulangin

November 2, 2018

 

Bupati Sidoarjo dan Dirjen IKM Saat di Intako Tanggulangin

(SIDOARJOterkini) – Pertumbuhan sektor industri kulit,  alas kaki dan barang jadi kulit merupakan salah satu prioritas yang mampu memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional melalui berbagai program strategis. Hal tersebut diungkapkan Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawa Ningsih saat berada di Tanggulangin Sidoarjo.

Dikatakan Gati Wibawa Ningsih, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri kulit, alas kaki dan barang jadi kulit

“Saat ini Indonesia menduduki peringkat enam berada sebagai eksportir produk kulit, alas kaki dan barang jadi kulit dengan market share 3 persen. Kekuatan yang dimiliki oleh Indonesia adalah keberagaman dan kreativitas para pelaku usaha sehingga produk Indonesia memiliki daya saing  yang cukup tinggi di pasar domestik dan internasional,” kata Gati Wibawa di sela kegiatan Revitalisasi Sentra IKM Tanggulangin Sidoarjo. Jumat (2/11/2018).

Menurut data Kemenperin, kata dia, kinerja ekspor sektor ini pada periode Januari sampai dengan September 2018 mencapai 4,16 miliar Dollar Amerika atau meningkat 6,28 persen dari periode yang sama di tahun 2017 yang hanya mencapai 3,1 miliar Dollar Amerika.

“Program Revitalisasi Sentra IKM Tanggulangin ini merupakan salah satu program yang terus didorong dalam pertumbuhan sektor industri ini ,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja ekosistem bisnis di sentra tas dan koper Tanggulangin yang mengalami penurunan sejak terjadinya semburan lumpur lapindo.

“Kami memiliki tiga isu utama yang menjadi fokus Program Revitalisasi Sentra IKM Tanggulangin, yaitu Revitalisasi Kelembagaan Koperasi Intako, Revitalisasi Fisik Sentra Tanggulangin serta membuat Kawasan Wisata Terpadu Tanggulangin (3in1),” katanya.

Ketiga isu tersebut, lanjut Gati Wibawa secara simultan dan kolaboratif dilakukan oleh seluruh stakeholder yaitu Kementerian Perindustrian, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo, Koperasi Intako, para pelaku usaha di Tanggulangin serta akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Pada kegiatan ini, juga dilakukan pemecahan rekor MURI melalui pembuatan Mural Single Line Art Terbanyak di Satu Gedung yang laksanakan sejak tanggal 22 Oktober – 2 November 2018 dengan melibatkan 740 orang.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sangat mendukung kegiatan ini, karena mampu meningkatkan ekonomi sentra industri kulit Tanggulangin supaya bisa eksis seperti dulu lagi.

“Kami berharap, apa yang sudah dilakukan ini mampu membantu para perajin kulit supaya mereka bisa bangkit dan berkembang seperti dulu lagi. Dan perlu diingat, lokasi sentra kulit Tanggulangin ini tidak terendam lumpur,” ujarnya. (cles)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *