Berikut Ini Pernyataan Polisi Terkait Pesan Yang Beredar Tentang Jajanan Sekolah Mengandung Narkoba Di SDN 02 Candi

Oktober 12, 2018

(SIDOARJOterkini) – Berita tentang jajanan sekolah yang mengandung narkoba yang menyebar lewat medsos Facebook  dan broadcast Whatsapp dipastikan merupakan kabar bohong alias hoaks.

Berita yang telah beredar medsos di masyarakat ini berbunyi :

“Bagi yang punya anak TK ,SD dan SMP mohon dengan hormat di sampaikan kpd putra dan putrinya : bahwa tadi pagi ada kejadian di SDN 2 Candi sidoarjo selesai membeli sari buah pisang cair dg harga Rp2.000,- “.

Kanit Reserse Kriminal Polsek Candi Iptu Isbahar, menilai kabar terkait jajanan sekolah yang mengandung Narkoba adalah hoax. Alasannya, sampai saat ini belum ada korban yang melapor dan menemukan bukti-bukti yang mengarah pada kandungan narkoba.

“Kami sudah menelusuri terkait postingan tersebut. Dan sampai saat ini tidak ditemukan apa-apa,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Candi, Iptu Isbahar, Kamis, (11/10/2018) .

Dalam sebaran informasi tersebut juga berisi bahwa kasus tersebut sedang ditangani penyidik Polsek candi. Kabar tersebut, sempat membuat polisi harus turun langsung ke lapangan. Pihaknya sudah mendatangi sekolah yang dimaksud dan menanyakan langsung kepada pihak sekolah.

“Hasilnya memang tidak ada. Tidak ada siswa yang menjadi korban. Bahkan kalaupun ada, sampai saat ini juga tidak ada laporan ke Polsek,” jelasnya.

Disisi lain, pihaknya juga menyinggung terkait foto seorang siswa SD bersama anggota Koramil dan anggota Polisi. Menurutnya, tidak ada satupun anggota yang berdinas di Polsek Candi maupun di Koramil setempat mirip dengan gambar tersebut.

“Digambar itu kan ada anggota Koramil dan anggota polisi. Itu bukan anggota polisi disini. Begitupun anggota Koramil seperti yang ada didalam gambar,” tambahnya.

Akibat informasi yang salah tersebut, pihaknya mengaku banyak menerima panggilan dari masyarakat atas kebenaran kasus tersebut. Pihaknya meminta kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dalam menerima informasi.

“Kami akan terus memantau perkembangan itu. Masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan informasi yang belum tentu benar adanya. Jika, ada kejadian yang tidak wajar segera menghubungi polisi terdekat,” tandasnya.(cles)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *