Polsek Waru Ringkus Dua Pembobol Brankas Perusahaan Distributor Makanan Ringan

Oktober 10, 2018

(SIDOARJOterkini) – Budi Gunawan Ari Mukti (30), sopir asal Kebraon, Karangpilang, Surabaya, bersama kernetnya  Alfan Dimas Suaidi (20), warga Desa Tambak Rejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, yang merupakan sopir dan kernet truk pengiriman barang PT Sakti Setia Santoso harus mendekam di penjara setelah kedapatan membobol brankas perusahaan.

Diungkapkan Kapolsek Waru Kompol Fatoni, kedua tersangka ini berhasil masuk kantor perusahan di lantai dua dengan memanjat truk.

“Kedua pelaku langsung menuju lokasi penyimpanan brankas di lantai dua. Dengan linggis, mereka membobol brankas dan berhasil menguras uang Rp 407.401.700 dari brankas tersebut,”ungkap Fatoni di Mapolsek Waru Rabu (10/10/2018).

Ditambahkannya,  tersangka meski sempat merusak CCTV yang berada di kantor tersebut sebelum meninggalkan lokasi. Namun dari hasil olah TKP yang dilakukan serta pemeriksaan saksi-saksi  petugas berhasil mengidentifikasi pelaku. Keduanya berhasil diringkus di rumahnya masing-masing.

“Kurang dari 24 Jam kedua pelaku berhasil ditangkap. Uang hasil kejahatan juga masih utuh,” lanjutnya.

Dalam pemeriksaan, Budi Gunawan Ari mengaku sebagai otak dalam kejahatan ini. Pria penuh tato di tubuhnya tersebut berdalih bayarannya di perusahaan itu kurang, sehingga nekat membobol brankas.

“Tugas kami mengirim barang sekaligus menagih atau membawa uang tagihannya. Kemudian kami setor ke kasir. Bayaran cuma Rp 70.000 sehari,” jawab Budi.

Alasan menyasar brankas, disebutnya karena sering tahu lokasi itu. Yakni ketika menyetorkan uang hasil pengiriman barang ke toko dan sebagainya.

“Saya hanya ikut-ikutan pak, diajak oleh dia,” jawab tersangka Alfan sambil menunjuk rekannya, Budi.

Sementara itu Angga, Supervisor di perusahaan distributor makanan ringan dan sebagainya itu mengaku bahwa pihak perusahaan tahu terjadi pencurian pada pagi harinya.

“Saat pegawai mulai masuk, terlihat kaca pecah dan beberapa barang berserakan. Termasuk brankas jebol dan uangnya hilang,” kisahnya.

Dari situ, pihaknya langsung melapor ke polisi. Dan perusahaan mengaku senang karena tak sampai 24 jam pelakunya sudah tertangkap. Apalagi, uang yang hilang juga semua terselamatkan.

“Kami juga awalnya tidak mengira kalau pelakunya pegawai sendiri, karena kedua pelaku ini dalam bekerja tidak ada masalah” lanjutnya.(cles).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *