Sidoarjo Moslem Weeks 2018,  Berhijab Tidak Mengurangi Kreativitas Muslimah 

Oktober 1, 2018
(SIDOARJOterkini) – Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin meminta kalangan muda mudi muslin dan muslimah untuk terus mengembangkan kreativitasnya. Terutama bagi muslimah, hijab tidak mengurangi muslimah untuk mengembangkan kreativitas.
Wabup menjelaskan, berhijab bukan halangan untuk muslimah berkarya dan mengembangkan kreativitasnya. Para pemuda dan pemudi muslim dan muslimah harus tetap terwadahi.
Jangan sampai berjilbab tidak terwadahi kreativitasnya. “Jadi jangan takut menjadi muslim dan muslimah karena tetap terwadahi kreativitasnya,” ujar Nur Ahmad Syaifuddin, usai pemberian hadiah acara Sidoarjo Moslem Weeks 2018 di Atrium Lippo Plaza Sidoarjo, Minggu (30/09/2018).
Pria yang akrab dipanggil Cak Nur ini, acara ini merupakan acara Pra sebelum digelar Guk dan Yuk (Muslim Muslimah) di Sidoarjo.  Acara Pra ini diramaikan dengan berbagai perlombaan. Diantaranya Banjari, Muslimah Idol, Kaligrafi dan Busana Muslimah Cilik.
“Karena acara Pra hari ini pesertanya cukup banyak. Saya berharap saat pelaksanaan acara Guk dan Yuk (muslim muslimah) berjalan dengan baik, lancar dan sukses. Hanya saja dibutuhkan peningkatan kontens (isi) dan kualitasnya saja,” tutur Cak Nur.
Melihat banyaknya peserta,  acara ini cukup sukses sebelum digelar acara inti pemilihan Yuk Muslimah. Generasi muda kreativitasnya harus diakomodir, termasuk kreativitas anak muda muslim dan muslimah.
“Biarkan muslim dan muslimah muda
leluasa lebih kreatif dan berlomba-lomba untuk kebajikan. Karena itu mendukung pembangunan. Tujuannya  agar mereka memberi warga dan dikemas dengan baik melalui kegiatan-kegiatan positif,” tegasnya.
Sementara para pemenang lomba juara 1 sampai 3 diberi tropi, uang pembinaan mulai Rp 250.000 hingga Rp 1 juta serta sebuah sepatu. Acara ini mendapatkan berbagai dukungan dari instansi maupun organisasi kemasyarakatan dan pemuda Sidoarjo.
“Mesti tidak memiliki tugas mempromosikan Sidoarjo layaknya Guk dan Yuk, tetapi harus mampu menjadikan Sidoarjo terkenal dan tetap harus menjaga nama baik Sidoarjo,” pungkas Cak Nur.
Acara Sidoarjo Moslem Week 2018 ini merupakan kegiatan tahunan yang bekerjasama dengan KNPI. Ini rutin d gelar untuk wadah ekspresi bagi muslimah di Sidoarjo. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa rutin digelar.  Apalagi ini sudah berlangsung beberapa tahun, ” ujar Ketua KNPI Sidoarjo,  Ari Suryono. (st-12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *