Ini Yang Dilakukan Siswa – Siswi Smamda Saat Sambut Dua Guru Asal Jepang Dan Portugal

Agustus 9, 2018

(SIDOARJOterkini) – Siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo  berkumpul  di aula sekolah untuk menyambut kedatangan dua pengajar dari Jepang dan Portugal yang nantinya akan mengajar di sekolah ini, Sidoarjo Kamis (9/8/2018).

Melalui kerjasama yang dijalin dengan Japan Foundation, Smamda mendapatkan seorang native speaker yaitu Suetsugo Yoko San seorang mahasiswa asal Jepang yang datang langsung dari Jepang.

Sejatinya, Ada 22 native speaker Nihongo Partner dari jepang yang resmi dilepas di Hotel Mojopahit Surabaya. Tahun ini Smamda Sidoarjo berhasil mendapatkan 1 orang guru 1 sekolah, hal ini terasa istimewa bagi Smamda Sidoarjo karena di lain sekolah banyak yang hanya mendapatkan 1 guru untuk dua sekolah.

Pihak Nihongo Partner lewat kerjasama Japan Foundation nantinya akan belajar bersama dan mentransfer berbagai knowledge, bahasa dan budaya tentang negara Jepang dengan siswa-siswi Smamda Sidoarjo untuk sembulan bulan kedepan.

Kepala sekolah Smamda Wigatiningsih M.pd berharap anak-anak memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin karena ini kesempatan langka bisa belajar bersama tentang Jepang langsung dari ahlinya.

”Kita berharap dari kerjasama ini, Nihongo Partner juga mendapatkan banyak hal tentang Jawa, Indonesia, baik itu budaya bahasa karakter dan seterusnya sehingga kerjasama yang baik, kerjasama dengan Japan Foundation adalah kerjasama yang ke 60,” ungkap Wigatiningsih.

Selain kedatangan native speaker dari Jepang, Smamda juga kedatangan Carolina Maria Mendez Fonseca seorang native speaker dari Portugal melalui program AIESEC. Carolina sendiri akan berada di Sidoarjo selama 1,5 bulan dan akan tinggal bersama seorang guru untuk belajar bersama.

 

Momen kebersamaan ini oleh pihak Smamda juga digunakan untuk penggalangan dana bagi korban gempa bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat. Total bantuan yang terkumpul dari guru, pegawai sekolah dan murid-murid berjumlah Rp. 7.134.000.

“Penggalangan dana ini selanjutnya akan diserahkan ke Lazizmu untuk segera didistribusikan kepada korban gempa Lombok,”pungkas Wigatiningsih. (cles)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *