Hal Inilah Yang Menyebabkan Kades Pesawahan Porong Ditahan

Juli 29, 2018

 

Kastreskrim Kompol Muhammad  Harris Saat melakukan Rilis ungkap kasus Korupsi di Mapolresta Sidoarjo (29/7/*cles)

 

(SIDOARJOterkini) – Unit Tipidkor Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan penangkapan dan penahanan terhadap Kepala desa Pesawahan Kecamatan Porong atas dugaan penyelewengan APBDes  tahun 2016.

Aris (30) yang saat ini masih aktif menjabat kepala desa Pesawahan Porong diduga telah melakukan tindak korupsi pada pekerjaan pembangunan peninggian jalan paving yang dikerjakan dalam dua lokasi yaitu RW 1 dan RW 2 dengan anggaran senilai Rp 510.000.000, dengan perincian Rp. 406.000.000 untuk pavingisasi di RW 1, dan yang di RW 2 senilai Rp 104.000.000.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Haris mengungkapkan, pihaknya menindaklanjuti adanya pelaporan terkait dugaan penyelewengan  APBDes Pesawahan Porong,  dengan melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum,  BPKP.

“Kita langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran bersama pihak PU dan BPKP, “ujar Haris saat melakukan rilis ungkap kasus di Mapolresta Sidoarjo,  Minggu (29/7/2018).

Ditambahkan Haris,  dari pengukuran dan penghitungan volume pekerjaan tersebut, ditemukan adanya pengerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan, dan adanya selisih hasil pekerjaan

“Baik itu ketebalan maupun panjang pekerjaan, “tegasnya.

Dalam pengerjaan proyek peninggian jalan paving ini, pihak kades selaku Kuasa pengguna anggaran ini menggunakan pihak ketiga dengan sistem penunjukan langsung tanpa melalui proses lelang.

“Dari perbuatan tersangka ini negara mengalami kerugian sebesar Rp 52.000.000, Kepada tersangka akan kita jerat dengan UU RI no. 39 tahun 1999 sebagaimana dirubah UU RI no 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,”tandasnya.

Diketahui sebelumnya, adanya pekerjaan peninggian jalan paving pekerjaan tahun 2016 di desa Pesawahan Porong dengan menggunakan dana APBDes 2016, di dua lokasi yakni RW I : 1700 M dan di RW II = 200 M.

Namun fakta dilapangan setelah dilakukan pengukuran oleh warga menyebutkan banyak terjadi pengurangan volume. Karena terdapat banyak kejanggalan sehingga Anggota BPD melaporkan kecurangan ini ke Polisi. Sebanyak 24 saksi yang sudah diperiksa hingga akhirnya ditetapkannya Krpala desa Pesawahan ini sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.(cles)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *