500 Mahasiswa Unusa Akan Dampingi Pengelolaan Dana Desa Di Kecamatan Jabon

Juli 10, 2018

 

(SIDOARJOterkini) – Saat ini desa sangat membutuhkan pendampingan dalam pengelolaan dana desa. Pasalnya perencanaan, pelaksanaan pembangunan dan pelaporan dana desa dilakukan sendiri oleh desa. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati  Sidoarjo  H. Nur Ahmad Syaifuddin SH dihadapan 500 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang akan melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di pendopo Kantor Kecamatan Jabon, Selasa (10/7/2018).

Diungkapkan Nur Ahmad Syaifuddin, kehadiran para mahasiswa melakukan kegiatan seperti ini dinilainya sangat tepat.

“Pemerintah desa akan terbantu dalam memanfaatkan potensi anggaran yang sesuai dengan skala prioritas yang dibutuhkan masyarakat,”ujar Pria yang Karib dipanggil Cak Nur ini.

Ditambahkan Cak Nur,  Pemerintah Kabupaten Sidoarjo selalu berupaya melakukan pendampingan dan pembinaan dalam pengelolaan dana desa. Bagaimana menggunakan dana desa dengan baik dan benar selalu disampaikan kepada lembaga-lembaga penyelenggara pembangunan di desa.

“Ada dua hal yang penting dilakukan dalam pemanfaatan dana desa. Yang pertama adalah penyerapan dana desa yang sesuai dengan program pembangunan dan yang kedua program pembangunan harus tepat sasaran, Kedua hal tersebut harus dilakukan, beriringan”ungkapnya.

Sementara itu Rektor Unusa Prof. Dr. Ir.Ahmad Jazidie M.Eng mengucapkan terimakasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan diterimanya mahasiswa peserta KKN Unusa untuk yang kedua kalinya. Selama tiga minggu kedepan mereka akan mengabdikan ilmunya di Kecamatan Jabon. Selain melakukan pendampingan dana desa, mahasiswanya juga akan melakukan kegiatan dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi maupun lingkungan.

“Pendampingan pengelolaan dana desa yang dilakukan mahasiswa Unusa hanya sebatas bagaimana cara pembuatan laporan dan perencanaan yang baik dan benar,”ujarnya.

Pihaknya memilih Kecamatan jabon sebagai tempat KKN dikarenakan dirinya ingin melihat potensi ekonomi Jabon yang semakin meningkat

“Di Jabon banyak sekali UMKM dan potensi ekonomi ini perlu ada pendampingan dalam bidang pemasaran,”pungkasnya. (cles)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *