Korban Lumpur Lapindo Gelar Doa Bersama Jelang Ramadhan

Mei 11, 2018
(SIDOARJOterkini)-Tradisi melakukan doa bersama jelang bulan Suci Ramadhan tetap dilakukan warga Dusun Babatan Desa Besuki Kecamatan Jabon meski warga desa ini sudah tidak lagi di Besuki karena tempat tinggal mereka sudah terendam lumpur lapindo, Kamis (10/5).
Berada disebuah komplek makam Dusun Babatan Besuki yang sudah terendam lumpur akibat semburan lumpur Lapindo 12 tahun yang lalu, ratusan warga menggelar doa bersama. Tampak hadir beberapa pejabat termasuk Wakil Bupati Sidoarjo.
Wakil Bupati merasa terharu melihat suasana doa bersama diantara warga ini yang juga menjadi tempat reuni warga dusun Babatan Besuki.
“Mereka rela datang jauh-jauh untuk ke makam leluhur sekaligus ingin bertemu dengan tetangganya dulu yang sama – sama tinggal di kampung halaman Babatan Besuki”,ujar pria yang akrab dipanggil Cak Nur ini.
Hikmahnya dari kejadian ini adalah hubungan silaturahmi semakin kuat, meski tempat tinggal tidak lagi berdekatan, “ ini semua ujian, orang yang berhasil melewati ujian derajatnya akan ditinggikan oleh Allah, kita harus melihat semua ini adalah takdir Allah maka kita akan menemukan hikmahnya”, tutur Cak Nur
Tokoh Masyarakat Desa Besuki Sutikno mengatakan acara ini juga merupakan ajang temu kangen dengan warga besuki yang sudah terpisah sejak 12 tahun lalu akibat semburan lumpur Lapindo.
Kini, menurut Sutikno warga besuki terpisah berpencar tempat tinggalnya, ada yang tinggal di Pasuruan, Bangil,  Porong, Krembung, Tanggulangin, Candi dan wilayah Sidoarjo lainnya. Dia (Sutikno) merasa terharu, “Tadi kangen-kangenan ketemu dengan tetangga yang dulu tinggal bersama di sini (dusun Babatan), sempat menangis ingat masa lalu, ingat tanah kelahiran yang sekarang sudah tidak terlihat karena tertutup lumpur”,kenang Sutikno.
Sutikno berpesan kepada warga, agar tetap menguri-uri (merawat) makam leluhur desa dan kelurga desa Besuki. “ Doa bersama dan syukuran ini mari terus kita lestarikan, selain untuk tempat silaturahmi juga untuk menguri-uri makam leluhur kita”, ujar mantan kades Besuki ini. (cles)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *