Sidoarjo Urban Culture 2018, Jadi Ajang Bersatunya Komunitas  

April 30, 2018

 

Penampilan salah satu grup band dalam Sidoarjo Urban Culture 2018.

(SIDOARJOterkini)-Sebanyak 26 grup band unjuk kebolehan di Sidoarjo Urban Culture (SUC) 2018, Sabtu (28/4). Selama 12 jam, mereka memanjakan para penggemar musik Kota Delta. Yakni, mulai sekitar pukul 10.00, hingga berakhir pada sekitar pukul 22.00. “Kami dedikasikan Sidoarjo Urban Culture 2018 kepada masyarakat Sidoarjo,” tandas Slamet Hariyono, Sekretaris panitia saat menyampaikan sambutan.

Lelaki yang akrab disapa Hari itu menambahkan, SUC 2018 merupakan ajang kreasi para pemuda Sidoarjo. Ia mengatakan, di dalamnya bukan hanya mewadahi para pemuda dalam bermain musik. “Tapi kami juga mewadahi seni ukir dan seni tatto yang digelar oleh DTAC (Delta Tatto Art Community) Sidoarjo,” jelasnya.

Ia pun berharap, kegiatan yang digelar oleh Komunitas Pemuda Sidoarjo bersama Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) JayaTama dan Seven Gab Sidoarjo itu dapat menjadi pintu bagi pemkab untuk mewadahi kreativitas pemuda Sidoarjo. Terutama, untuk mengucurkan anggaran.

“Karena kami generasi muda Sidoarjo yang anti narkoba. Kami berharap, even ini bisa menjadi pintu bagi Dispora untuk mengucurkan anggaran bagi para pemuda Sidoarjo agar tetap bisa berkerasi. Kami akan menunjukkan bahwa anak muda Sidoarjo benar-benar mumpuni,” tegasnya.

            Dalam sambutan berikutnya, Drs H Sumi Harsono yang mewakili Seven Gab mengatakan, SUC 2018 adalah ajang untuk menyatukan seni budaya yang berbeda. Sebab, selain menyajikan penampilan 26 grup band, even itu juga menyuguhkan beberapa seni tari. Diantaranya adalah Tari Remo dan tari kontemporer.

Oleh karenanya, mantan Wakil Ketua DPRD Sidoarjo tersebut mendesak Kepala Dispora Sidoarjo, Drs H Joko Supriyadi untuk mengalokasikan anggaran bagi para pemuda. “Yang terpenting dalam even ini adalah follow up, atau tindak lanjut. Saya sangat berharap, Bapak Kadispora untuk mampu mewadahi atau memfasilitasi para pemuda karena mereka adalah aset bangsa,” tandas dia.

Giliran memberikan sambutan, Kepala Dispora Sidoarjo menyatakan, sangat mengapresiasi digelarnya SUC 2018. Terlebih, sambung mantan salah satu Kepala Bidang di Dinas Pendidikan Sidoarjo tersebut, penduduk Sidoarjo kini didominasi oleh usia produktif. “Acara ini harus didukung oleh siapa pun juga,” cetus dia.

            Sementara itu, SUC 2018 adalah ajang penyatuan komunitas. Sejumlah komunitas, diantaranya komunitas slank, komunitas reggae, dan beberapa komunitas penggemar motor nampak terhibur oleh penampilan grup-grup band. Diantaranya, Lungset Band, Modar Home, Dapur 91, High Voltage, People Noid, sampai Darto & The Gank.(ded)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *