Amankan Penerimaan Negara, DJP dan DJBC Jatim Kembali Perkuat Kerjasama Melalui Joint Program

April 28, 2018
Headline Indeks Pajak   199 views

 

(SIDOARJOterkini)- Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Bea dan Cukai Wilayah Jawa Timur melakukan penandatanganan keputusan bersama dalam Joint Program dikantor DJP Kanwil Jatim II, Juanda, Sidoarjo.Penandatanganan bersama tersebut sebagai bentuk sinergi antara DJP dan DJBC dalam pengamanan penerimaan negara.

 

Joint Program ini merupakan penguatan kembali kerjasama antar dua instansi itu. Karena sudah lama sebagai sesama instansi yang bergerak di bidang perpajakan dan kepabeanan, DJP dan DJBC Jawa Timur sudah berkerjasama.

 

 

Kepala Kanwil DJP Jatim II, Neilmaldrin Noor mengungkapkan sinergi antara DJP dan DJBC diwilayah Jawa Timur sangat penting dalam upaya pengamanan penerimaan negara. Sebab, fasilitas kepabeanan dibutuhkan dunia usaha untuk meningkatkan daya saing di Indonesia.

 

 

“Dengan Joint Program ini juga bisa membuat dunia usaha bergairah. Sehingga diyakini bisa meningkatkan penerimaan pajak,” papar Neilmaldrin Noor saat Press conference di Kantor DJP Kanwil Jatim II, Jumat, (27/4/ 2018).

 

 

Pihaknya meyakini jika pemberian fasilitas ini tidak diawasi dengan ketat maka akan berpotensi menurunkan penerimaan pajak. Dengan demikian diperlukan sinergitas antara DJP dan DJBC sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing dalam mengamankan penerimaan negara.

 

 

Selain itu, DJP dan DJBC Jatim juga menyepakati peningkatan sumber daya manusia dibidang perpajakan, kepabeanan, dan cukai. Hal ini sangat perlu dilakukan agar dapat mendukung pencapaian target penerimaan serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

 

 

Neilmaldrin kembali menandaskan, kerjasama joint program ini bukan kali pertama. Joint program yang meliputi joint analysis and operation (termasuk didalamnya joint profile, joint process bussiness, joint audit, dan joint investigation), joint collection, dan joint secondment sudah terbangun sejak 1997.

 

“Ini bukan kegiatan awal, tapi sebagai pengembangan dari kerjasama kita yang selama ini sporadis sifatnya. Dengan joint program ini, potensi penerimaan pajak yang belum tertagih bisa kita upayakan agar tertagih semua. Begitupun juga dengan data-data yang bisa kita sinergikan dilingkungan Jawa Timur,” terang Neilmaldrin.

 

 

Secara keseluruhan antara DJP dan DJBC Jatim tahun lalu memiliki target penerimaan sebesar Rp.2 Trilliun skala Nasional. Dan bisa terealisasi sebesar Rp.4 Trilliun. Dan tahun ini, penerimaan pajak ditargetkan sebesar Rp.20 Trilliun skala Nasional.

 

Dalam acara tersebut, juga dihadiri Sekretaris II Kantor Pusat Joint Program DJP-DJBC, Nirwala Dwi Heryanto ; Kepala Kantor Wilayah DJP Jatim I, Estu Budiarto; Kepala Kantor Wilayah DJP Jatim III, Rudy Gunawan Bastari; Kepala kantor Wilayah DJBC Jatim I, Muhammad Purwantoro; dan kepala Kantor DJBC Jatim II, Agus Hermawan. (st-12)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *