Korban PT Sipoa Group Luruskan Pemberitaan, Begini Ungkapnya

April 21, 2018
(SIDOARJOterkini)-Insiden Penodongan  yang diduga dilakukan oleh pihak dari  manajemen  PT Sipoa Group terhadap Hadi Sucipto (40) warga Tebel Gedangan salah satu konsumen PT Sipoa Group saat menuntut pembayaran dikembalikan (refund) pada Februari lalu yang dimuat dibeberapa media, membuat pria yang kesehariannya bekerja sebagai Potter di Bandara internasional Juanda tidak tenang dan perlu melakukan klarifikasi terkait masalah tersebut.
Dengan didampingi Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol M Harris Hadi Sucipto mengatakan, ketika itu para konsumen PT Sipoa Group melakukan unjuk rasa menuntut uangnya kembali, dirinya saat itu usai melakukan sholat tiba-tiba ditengah kerumunan pengunjuk rasa tepatnya di depan dinas Pariwisata ada seseorang menodongkan pistol dilehernya.
“Dengan menodongkan pistol orang tersebut sambil berkata kalau dirinya sedang buru-buru ke Bali,”cerita Hadi Sucipto dikantor Satreskrim Sidoarjo, Sabtu (21/4/2018).
Saat itu lanjut Hadi, suasana para pengunjuk rasa usai aksi penodongan tersebut panas dan mencekam sehingga untuk meredam suasana tersebut, dirinya bilang akan melaporkan ke Mapolres Sidoarjo.
“Dan terbukti dengan ucapan saya yang akan melaporkan ke Mapolresta Sidoarjo suasana saat itu menjadi sedikit terkendali. Beberapa orang ikut serta ke Mapolresta Sidoarjo,”paparnya.
Namun, dirinya saat itu mengurungkan niatnya untuk membuat pelaporan terkait insiden penodongan tersebut, karena banyak sekali pertimbangan.
“Bukan karena ada tekanan dari pihak kepolisian atau pihak manapun niatan melaporkan tersebut saya urungkan. Hal ini karena, saya tidak cukup bukti untuk melaporkan hal tersebut dan ditambah lagi saya sudah ikhlas untuk tidak memperpanjang masalah ini ,”jelasnya.
Dirinya mengisahkan awal mula sampai tertipu PT Sipoa Group. saat ada pameran di Suncity Sidoarjo dirinya tertarik untuk membeli apartemen murah yang dipamerkan. Tidak tanggung-tanggung 2 unit apartemen seharga Rp. 240 juta/unitnya dia pesan.
“Saya tertarik dengan properti yang ditawarkan oleh PT Sipoa Group, apalagi saat itu bupati Sidoarjo datang, semakin mantap saja saya untuk memiliki apartemen,”ucapnya.
Dana yang sudah dikeluarkannya total senilai Rp. 150 Juta yang merupakan cicilan Rp. 2 Juta yang dibayarkan setiap bulannya.
“Dengan ini saya sampaikan, tidak akan memperpanjang dan dipusingkan dengan permasalahan ini, biarlah apa yang dilakukan PT Sipoa Group itu menjadi urusan Tuhan, dan saya minta untuk menutup masalah ini. saya ikhlas dan ingin jalani kehidupan nyata di dunia ini,”katanya.
Sementara itu Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol M Harris menegaskan, klarifikasi yang sudah dilakukan oleh saudara Hadi Sucipto ini sekaligus meluruskan berita yang sempat berkembang.
“Jadi tidak benar kalau pihak kepolisian menekan bapak Hadi Sucipto untuk tidak membuat pelaporan polisi, jadi ini murni karena niatan tulus pak Hadi untuk tidak membuat pelaporan,”pungkasnya. (cles)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *