Hal Inilah Penyebab Peredaran Miras Tetap Marak

April 14, 2018
(SIDOARJOterkini)-Salah satu penyebab tetap maraknya peredaran miras dikarenakan hukuman bagi penjual sangat ringan, hal tersebut disampaikan Kapolsekta Sidoarjo Kompol Rochsulullah.
Diungkapkan Rochsulullah, para pelaku miras baik pembeli maupun penjualnya saat menjalani proses hukum tidak membuat pelaku merasa jera.
Hal tersebut dikarenakan pasal KUHAP dan Perda yang dikenakan kepada pelaku hanya terpaku pada tindak pidana ringan.
“Polisi tidak dapat berbuat banyak dengan kondisi seperti ini. karena bunyinya Tipiring yang ancaman hukumannya hanya tiga bulan,” ungkap Rochsulullah di Mapolsekta Sidoarjo.
Berkaca pada kejadian luar biasa yang terjadi di Jakarta, dan Jawa barat dimana miras oplosan yang merenggut puluhan jiwa. Pihak kepolisian kembali melakukan pemberantasan miras juga miras oplosan.
Kepala Satuan Sabhara Polresta Sidoarjo, Kompol Dedy Iskandar mengungkapkan  pasca insiden yang menewaskan hingga puluhan orang di Jakarta dan Jawa Barat akibat miras oplosan, pihak kepolisian kembali menggencarkan peredaran miras.
“Kapolresta Sidoarjo telah memerintahkan kepada jajarannya untuk gencar melaksanakan operasi miras paska kejadian itu,” kata Dedy, Jumat, (13/4/2018).
Disampaikan Dedy, tidak hanya satuan Shabara yang melakukan operasi ini, tapi operasi juga melibatkan dari satuan Reskrim hingga satuan Narkoba pun juga diminta mengawasi dan melakukan penindakan terkait maraknya barang-barang berbahaya di kabupaten Sidoarjo.
Diakuinya, sampai saat ini miras jenis oplosan yang sampai menyebabkan nyawa orang lain hilang belum ditemukan, meski pemantauan dan razia sering kali dilakukan.
“Saat melakukan razia, kita kerap menemukan sebatas cukrik, bir, red label, vodca, blue label, sampai yang paling bawah arak Tuban atau arak Solo,” jelasnya.
Berdasarkan data ungkap kasus yang berhasil dilakukan oleh Polresta Sidoarjo ditahun 2017, ada sekitar 1.367 tersangka yang tersandung miras. Mereka diamankan berikut barang buktinya sebanyak 5178 botol. Menurutnya, dalam perkara tersebut, pihak kepolisian tetap melakukan proses hukum terhadap pelaku. Hanya saja, mereka cukup dikenakan Tipiring (tindak pidana ringan).
“Proses hukum tetap kita berlakukan terhadap para pelaku Miras ini, berkas kita limpahkan ke kejaksaan hingga pengadilan.Pemberlakuan denda biasanya dikenakan kepada pelaku yang baru sekali sampai dua kali melakukan pelanggaran. Tapi kalau sudah tiga kali (ditangkap), maka bisa dilakukan kurungan penjara,” pungkasnya. (cles)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *