Astaghfirullah….Transaksi Narkoba di Masjid, Begini Nasib Duda asal Krian

April 11, 2018
(SIDOARJOterkini)-Masjid merupakan tempat suci untuk beribadah bagi umat muslim. Tapi yang dilakukan Ahmad Masruri alias Kabul (34), warga Krian, Sidoarjo ini sungguh terlalu, yang menjadikan masjid sebagai tempat transaksi narkoba.
Duda dengan dua anak ini ditangkap Satreskoba Polresta Sidoarjo dirumah kosnya ketika mengkonsumsi sabu sesaat setelah melakukan transaksi narkoba jenis sabu di halaman masjid Agung  Sidoarjo dengan modus transaksi sistem ranjau.
“Tersangka ditangkap di tempat kos yang ada di Krian. Ada enam paket sabu yang total beratnya sekitar 10 gram, timbangan elektrik, dan beberapa barang  bukti lain juga diamankan dalam penangkapan itu,” kata Kasatreskoba Polresta Sidoarjo, Kompol Sugeng Purwanto, Rabu (11/4/2018).
Aksi Kabul yang bertransaksi di halaman Masjid Agung Sidoarjo setelah dalam pemeriksaan tersangka mengaku mendapat barang haram ini dari orang yang tidak dikenalnya. Atas  petunjuk seorang temannya berinisial JJ. Mereka janjian transaksi narkoba melalui ponsel.
“Saya dititipi barang, dan katanya boleh dipakai asal tidak banyak-banyak. Kemudian janjian transaksi,” ujar Kabul saat  menjalani pemeriksaan di Polresta Sidoarjo.
Awalnya, transaksi narkoba ini  akan dilakukan  di alun-alun Sidoarjo. Namun si Pengedar menghubungi  Kabul kalau narkoba sudah diletakkan di bawah tiang listrik depan Masjid Agung Sidoarjo. Tersangka Kabulpun bergegas menuju halaman Masjid dan mencari narkoba sesuai dengan petunjuk si Pengedar.
Ditempat yang dituju Kabul menemukan bungkusan koran berisi sabu 10 gram, plastik klip, dan timbangan elektrik.
“Bungkusan langsung saya ambil dan saya bawa ke tempat kos di Krian,” akunya.
Ditempat kosnya, sabu tersebut lantas ditimbang dan dibagi menjadi enam paket. Tersangka mengambil sedikit dari paketan itu untuk dikonsumsinya dengan dua temannya di kamar kos. Saat dirinya sedang ON itulah Polisi datang. Kabul tidak bisa mengelak setelah polisi yang melakukan penggeledahan menemukan enam paket sabu, timbangan elektrik, serta alat isap yang baru saja dipakainya.
Kabul digelandang ke kantor polisi dan harus meringkuk di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (cles)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *