Mantan Walikota Batu Dituntut 8 Tahun Penjara Dan Denda Rp 600 Juta

April 6, 2018
(SIDOARJOterkini)- Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut  Mantan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko (ER)  8 tahun hukuman penjara dan denda uang Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan penjara. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipidkor  Juanda, Jumat (6/4/2018).
” Menyatakan terdakwa terbukti dengan sah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf a Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP, ” ujar Jaksa KPK, Iskandar Marwanto saat membacakan surat tuntutan di ruang sidang Candra, Jum’at, (6/4/2018).
Selain itu, Jaksa KPK ini juga menjerat terdakwa ER dengan pasal tambahan dalam berupa pencabutan hak politiknya. Yaitu 5 tahun setelah menjalani hukuman.
Sementara itu Jaksa KPK lainnya, Ronald Worotikan mengatakan, terdakwa ER menerima pemberian berupa mobil Toyota New Alphard senilai Rp 1,6 miliar dan uang senilai Rp 95 juta dan Rp 200 juta dari pengusaha Filiphus Djap untuk mendapatkan 2 proyek dari  terdakwa melalui kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkot Batu, Edi Setiawan, yakni pengadaan meubelair senilai Rp 5,26 miliar dan pengadaan pekerjaan pakaian dinas (ASN) dan atributnya senilai Rp 1,44 miliar.
Menanggapi tuntutan Jaksa KPK, salah satu penasihat hukum terdakwa, Mustofa Abidin menyatakan, pasal tambahan yang  diberikan jaksa tentang  pencabutan hak politiknya terhitung 5 tahun setelah menjalani hukuman sangatlah berlebihan.
 “Menurut saya amatlah berlebihan, Semua orang sudah tahu kiprah wali kota Batu dalam 10 tahun terakhir dalam membangun kota Batu. Dan itu tidak pernah mengalami masalah,” ucap Mustofa usai persidangan.
Ditambahkan Mustofa, banyak hal-hal dalam fakta persidangan yang tidak diperhatikan secara seksama menyangkut terdakwa, dirinya sama sekali tidak punya kemampuan untuk menurunkan pengadaan-pengadaan itu.
“Kita akan persiapkan pledoi untuk 10 hari kedepan dan optimis akan memberikan suatu warna lain dalam fakta-fakta persidangan berikutnya,”tukasnya.
Sidang rencananya  akan kembali digelar pada hari Selasa, 17 April 2018 dengan agenda pembacaan pledoi. (cles)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *