Warga Trompoasri Tuntut 4 Perangkat Desanya Dipecat Karena Pungli Prona

April 2, 2018
(SIDOARJOterkini)- Puluhan warga Dusun Jangan Asem, Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, beramai-ramai mendatangi kantor Kecamatan Jabon untuk menuntut empat perangkat desanya yang diduga terlibat pungutan liar kepengurasn sertifikat Prona untuk dipecat, Senin (2/4/2018).
Disampaikan salah satu warga Jangan Asem RT.09 RW.04, Desa Trompoasri, Sumadi, perangkat desa telah melakukan penarikan atau pungutan saat pengurusan PRONA  tahun 2013 dan 2014. Besar penarikanpun bervariasi di Dusun Jangan Asem ini dari Rp 700 ribu sampai Rp. 5 juta perbidangnya.
“Pengurusan PRONA ini sama saja  seperti  diperdagangkan oleh perangkat desa. Kita akan terus menuntut,”jelasnya.
Ditambahkannya, Desa Trompoasri sudah dua kali mendapatkan program Prona dan itupun terdapat dua kali pula pelanggaran termasuk pungli. Dan pada tahun 2017 kembali mendapatkan Program juga terdapat pelanggaran berupa  pungutan, hingga salah satu perangkat Desa Trompoasri terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan) oleh Unit Tipidkor Satreskrim Polresta Sidoarjo dan sampai saat ini permasalahan tersebut belum terlihat ada penyelesaian.
“Kami menutut perangkat desa yang terlibat permasalahan tersebut,segera diberhentikan secara tidak terhormat dan tidak boleh mengerjakan  tanah ganjaran. Kami benar-benar kecewa terhadap kebijakan pemerintah, padahal kasus ini telah dilaporkan ke Polresta Sidoarjo dan Kejaksaan Negeri sejak Tahun 2013 hingga Tahun 2017 belum ada tindak lanjut. Warga Jangan Asem,sekarang ini resah karena tidak ada kejelasan hukum “ ungkapnya.
Hal senada juga diutarakan Siswanto warga setempat, pihaknya mengetahui Prona yang selama ini  berbunyi gratis.Kalaupun ada biaya itupun di pergunakan untuk membeli patok,materai dan lainnya. Namun yang terjadi, perangkat desa ini memungut biaya mencapai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah kepada  warga. Temuan ini seharusnya diproses  oleh aparatur pemerintah dan kepolisian.
”Kami memang bodoh,tetapi tidak mau dibodohi seperti sekarang ini.Sebenarnya aksi ini dilakukan hari kemarin,namun mengingat bersamaan dengan Pilkades maka aksi ini  baru di lakukan sekarang. Dan saya tegaskan aksi ini tidak ada kaitannya dengan Pilkades, “ katanya.
Sementara itu Camat Jabon Agus Sudjoko mempersilahkan beberapa perwakilan warga untuk melakukan pembicaraan. Terlihat pertemuan diwarnai ketegangan.  pertemuan tidak menemui kejelasan, sampai berita ini diunggah. Peserta aksi berangsur-angsur meninggalkan tempat dengan pengawalan ketat petugas.(cles).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *