Sidoarjo Rawan Bencana Puting Beliung, Berikut Himbauan BPBD

Maret 19, 2018

Kepala BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito

 

(SDOARJOterkini)- Kawasan terbuka merupakan daerah yang rentan terjadinya puting beliung. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, Dwijo Prawito.
Disebutkannya, kawasan Waru Sidoarjo misalnya, kejadian bencana puting beliung sering menimpa wilayah ini.
“Sejak musim penghujan kawasan waru kerap terjadi  puting beliung,”jelas Dwijo, saat ditemui dikantornya, Senin (19/3/2018).
Seperti kejadian terakhir (18/3/2018) puting beliung telah menimpa puluhan rumah di tiga desa di Kecamatan Waru, Sidoarjo pada. Menurutnya, sampai saat ini terjadinya bencana puting beliung  belum bisa diprediksi. Meski begitu, puting beliung biasanya datang disaat hendak turun hujan lebat dan sering terjadi pada kawasan ruang terbuka.
“Kalau bencana puting beliung memang enggak bisa diprediksi. Tapi kebanyakan dekat ruangan terbuka,” ujar Dwijo.
Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tetap selalu waspada. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Sidoarjo sempat merilis status siaga bencana yang terjadi hingga akhir Februari. Namun, status siaga diperpanjang lagi hingga akhir Maret.
“Untuk situasi seperti ini kita harus tetap waspada,” katanya.
Diakui, semenjak bencana puting beliung menimpa kurang lebih 752 rumah di tiga desa yakni Tambak Sawah, Tambak Rejo dan Tambak Sumur di kecamatan waru, Sidoarjo pada November lalu, dan puluhan rumah di desa Ngingas pada Februari 2018 lalu, bencana Puting beliung saat ini terbilang kecil. Namun, pihaknya tetap meminta kepada warga masyarakat agar tetap waspada terhadap bencana puting beliung susulan.
“Untuk saat ini sudah berkurang kecepatan anginnya (puting beliung) dibanding yang awal. Tapi, warga tetap harus waspada sampai nanti peralihan musim penghujan ke musim panas,” harapnya.
Saat ini BPBD Sidoarjo bekerjasama dengan pihak kecamatan masih melakukan pendataan terhadap korban puting beliung di kawasan Waru Sidoarjo. Namun, dari data yang diterimanya hingga saat ini, kerusakan yang terjadi pada puluhan rumah warga terbilang rusak ringan.
“Nanti sore kita rapatkan untuk validasi jumlah korban, serta bentuk bantuan yang akan disalurkan ke korban,” tambah Dwijo.
Dari data sementara, jumlah kerusakan rumah warga yang  tertimpa bencana puting beliung diantaranya, desa Semambung RT 14, RW 4  ada sekitar 2 rumah, RT 15, RW 4 berjumlah 12 rumah dan 1 Mushalla. RT 17, RW 5 ada sekitar 8 rumah, RT 18 RW 5 ada 2 rumah dan 1 Poskamling, dan RT 19 RW 5 ada sekitar 1 rumah. Sedangkan di dusun Payan Desa Pabean, ada sekitar 25 rumah, dan di desa Sedati Gede berjumlah 29 rumah dan 1 Gudang. (cles)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *