Kasus Video Dugaan Perawat Suntik Mayat, Berakhir Damai

Februari 15, 2018

TAMAN – Kasus video dugaan perawat menyuntik mayat Supariyah (67) warga Ketegan, Kecamatan Taman, Sidoarjo, di Rumah Sakit Khodijah yang berdurasi 3:11 menit dan sempat viral di media sosial, kedua belah pihak akhirnya berdamai.

Hal itu disampaikan oleh Masbuhin, kuasa hukum RS Siti Khodijah dihadapan para awak media sebelum menandatangai kesepakatan saat menggelar press reales di RS Siti Khodijah, Kamis (15/2/2018).

Ia mengatakan, dalam undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan menyebutkan bahwa tenaga kesehatan yang diduga melakukan kenakalan dalam profesinya harus diselesaikan melalui mediasi.

“Atas dasar tersebut keluarga pasien mengirim surat permohonan mediasi kepada kami, sehingga kami respon,” katanya.

Sebelumnya, antara kedua belah pihak sempat melakukan mediasi selama 2 kali. Yang pertama tanggal 6 dan pertemuan yang kedua tanggal 10 Februari.

“Dalam proses mediasi yang kedua, akhirnya muncul kesepakatan bersama yang mengikat dan alat bukti bahwa persoalan clear. Sehingga hari ini dibacakan diahadapan awak media dan ditandatangani,” ucapnya.

Sementara Achemat Yunus kuasa hukum pihak ahli waris mengakui bahwa selama ini ada miss komunikasi dan miss informasi dari pihak rumah sakit. “Kami akui karena ada miss komunikasi dan informasi. Namun, setelah ada klarifikasi, kami menyadari itu,” terangnya.

Dalam hasil kesepakatan itu, pihaknya mengatakan tidak ada konpensasi maupun tekanan apapun dari pihak rumah sakit. “Tidak ada tekanan maupun konpensasi dari rumah sakit,” akuhnya.

Tidak hanya itu, setelah tertandatanganinya pernyataan kesepakatan ini, segala tuntutan dari kedua belah pihak akam dicabut. “Setelah press reales ini kami cabut semua tuntutan yang kami sangkakan,” pungkasnya. (alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *