Pemukiman Warga Sekitar Semburan Lumpur Porong Langganan Banjir, PPLS Harus Normalisasi Sungai

Februari 12, 2018

 

SIDOARJO- Sungai yang berada di sekitar semburan lumpur semakin dangkal. Imbasnya, jika musim hujan pemukiman penduduk di kawasan itu menjadi langganan banjir.

 

Salah satu sungai yang mengalami pendangkalan adalah Sungai Ketapang. Sungai yang berada di sisi utara tanggul lumpur ini setiap tahun harusnya dinormalisasi agar tidak menyebabkan banjir.

 

Pemukiman yang menjadi langganan banjir saat hujan turun adalah, Desa Gempolsari. “Kalau hujan, Gempolsari sering banjir,” ujar Ahmad, salah satu warga Gempolsari.

 

Kawasan yang langgaran banjir, RT 10 RW 02 Gempolsari. Jika hujan turun, air menggenani kawasan itu. Air tidak segera surut karena volume air di sungai juga tinggi.

Kondisi seperti ini sebenarnya sudah bertahun-tahun. Saat musim hujan, air menggenangi kawasan itu. Terutama kawasan yang berdekatan dengan sungai.

 

Warga beberapa waktu lalu sudah menyampaikan protes ke PPLS (Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo). Intinya minta segera ada penanganan agar tidak banjir.

 

Salah satunya, dengan mengeruk sungai yang dangkal akibat endapan lumpur. Apalagi Sungai Ketapang merupakan saluran yang melintasi pemukiman penduduk.

 

Sungai Ketapang penuh dengan endapan lumpur. Kian hari, volumenya makin bertambah. Sungai tak dapat menampung air hujan dan lumpur sehingga menyebabkan rumah warga terendam banjir.

 

Sejak lumpur menyembur pada 2006, sejumlah wilayah di sekitar Sungai Ketapang banjir saat hujan deras. Misalnya di Desa Kali Tengah, Gempolsari, dan Ketapang selalu terendam air.

 

Jika tidak segera ada tindakan dari PPLS untuk menormalisasi sungai. Maka, setiap hujan turun pemukiman warga disekitar semburan lumpur akan terendam air. Kondisi seperti ini akan terus berkepanjangan.

 

Koordinator penanganan tanggul lumpur PPLS, Agus Winarko mengakui jika pihaknya pihaknya mendapat keluhan dari warga. Warga minta agar segera dilakukan pengerukan.

 

Menurut Agus, sejak masa transisi dari BPLS ke PPLS, pihaknya berupaya menangani lumpur semaksimal mungkin. Termasuk menangani sungai yang dangkal agar saat hujan pemukiman warga tidak kebanjiran. “Kita sudah mengerahkan eskaponton untuk menangani saluran yang dangkal,” ujarnya.

 

Termasuk menormalisasi saluran sisi utara tanggul lumpur agar aliran air lancar. Normalisasi terus dilakukan, apalagi saat ini musim hujan.

 

Agus menambahkan, pengendalian lumpur termasuk penguatan tanggul menjadi agenda utama PPLS tahun ini. Normalisasi saluran di sekitar tanggul lumpur dilakukan agar pemukiman warga tidak kebanjiran saat hujan turun.

 

Sedangkan terkait air yang menggenangi Jalan Raya Porong saat hujan, PPLS juga menyiapkan pompa. Pompa dioperasikan agar air segera surut. (st-12)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *