Tekankan Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini, Berikut Yang Dilakukan Kejari Sidoarjo

Februari 5, 2018

SIDOARJO – Pendidikan dan pemahaman anti korupsi sejak dini terus dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo. Hal itu disosialisasikan melalui Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Kasi Intelijen Kejari Sidoarjo Idham Kholid mengatakan, JMS itu dilakukan mulai dari pelajar Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kabupaten Sidoarjo.

“JMS sudah menyapa beberapa sekolah diawal tahun 2018. Diantaranya, SD Pembangunan Jaya 2 Gedangan dan MTsN 1 Sidoarjo,” ucap Gus Idham, sapaan akrab Kasi Intel Kejari Sidoarjo itu, Senin (5/2/2018).

Selain Jaksa Masuk Sekolah, Kejaksaan Negeri Kabupaten Sidoarjo juga mempunyai program Jaksa Masuk Pesantren. “Program ini sudah masuk dalam program kerja Kejari Sidoarjo. Materinya yakni tentang pembelajaran antikorupsi” terangnya.

Tidak hanya materi tentang pembelajaran antikorupsi saja. Kejari Sidoarjo dibawah pimpinan Kajari Sidoarjo Budi Handaka juga memberikan materi tentang Pengenalan Institusi Kejaksaan RI, Undang-undang Narkotika, Anti Radikalisme sampai Undang-undang sistem peradilan anak.

“Meski banyak materi yang kami berikan, kami hanya menekankan materi tentang Pendidikan Antikorupsi. Karena, pembelajaran antikorupsi sejak dini sangat penting untuk berlangsungnya penerus bangsa,” paparnya.

Pihaknya juga bertekat akan terus menggalakkan program tersebut, pastinya sesuai kehendak pihak sekolah. “Jika ada pihak sekolah yang ingin JMS menyapa muridnya, kami persilahkan pihak Sekolahan mengirim surat permohonan ke Kejari Sidoarjo,” pungkasnya. (alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *