Dugaan Perawat Suntik Mayat, Managemen RS Siti Khodijah Akui Hoax

Januari 30, 2018

TAMAN – Berita video tentang perawat di Rumah Sakit Siti Khodijah menyuntik pasien atas nama Supariyah (67) warga Desa Ketegan RT 09 RW 02, kecamatan Taman, Sidoarjo yang diunggah di media sosial dan sempat viral, merupakan berita hoax.

Berikut ucap kuasa hukum Rumah Sakit Siti Khodijah Taman, Masbuhin saat menggelar press release di Rumah Sakit Siti Khodijah, Selasa (30/1/2018).

Masbuhin menambahkan, motif penyebaran video yang berdurasi kurang lebih 3 menit 11 detik itu dilakukan secara sistematis, massif dan terstruktur oleh orang terduga berinisial DH (41) untuk mencemarkan nama baik rumah sakit.

“Tujuan penyebaran video di medsos itu untuk mencemarkan nama baik rumah sakit dan dokter Hamdan serta menarik simpatik orang banyak di media sosial,” terangnya.

Ia tidak menampik dengan adanya pelayanan kurang prima terhadap para pasien, karena banyaknya pasien tidak sebanding dengan tenaga medis yang ada. Namun, hal itu bukan berarti pihak rumah sakit menelantarkan pasien.

“Kami selalu menuju perbaikan melakukan koreksi dan pelayanan prima sehingga pasien tertangani dengan baik bahkan selama ini pasien merasa puas,” ucapnya.

Selain itu, apabila memang ada hal-hal yang diluar sugaan seperti pasien meninggal di rumah sakit, pihak rumah sakit juga berempati dan mengucapkan bela sungkawa sesuai tradisi yang ada di rumah sakit Siti Khodijah.

“Tidak hanya mengucapkan bela sungkawa, tetapi kami juga melakukan tradisi kami seperti ikut silaturahim dan ta’ziah ke rumah duka. Semua itu sudah dilakukan secara sosiologis 1 bulan lalu,” katanya.

Sementara itu, menurut catatan medis rumah sakit, pada hari kamis tanggal 21 Desember 2017 pukul 22.00 WIB, perawat membangunkan pasien yang sedang tidur untuk tujuan memberikan injeksi, obat vomceran dan OMZ, dimana sebelum dilakukan, perawat terlebih dahulu melakukan pemeriksaan dan kondisi pasien normal.

Sekitar pukul 22.20 WIB, dr Hamdan melakukan visite dan memeriksa pasien setelah injeksi yang sebelumnya dilakukan perawat dan diketahui nadi, nafas pasien normal dan keluarga mengetahuinya.

Setelah itu, sekitar pukul 22.35, dr Hamdan kembali visite ke pasien lain dan kembali ke ruang perawat sekitar pukul 22.45 WIB. “Nah pukul 22.45, keluarga pasien menghubungi perawat untuk dilakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan ternyata Sp02 tidak muncul, tensi tidak terukur, nadi tidak teraba,” ucapnya.

Mengetahui hal itu, perawat langsung melaporkan ke dr Hamdan. Setelah diperiksa, dr Hamdan melakukan pijat jantung, akan tetapi pasien tidak terselamatkan. “Pasien dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 23.00 akibat cardiac arrest atau serangan jantung,” pungkasnya. (alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *