Meninggal di Rumah Sakit Dugaan Penelantaran, Keluarga Korban Minta Pertanggungjawaban

Januari 29, 2018

TAMAN – Diduga penanganan pihak Rumah Sakit Siti Khotdijah Taman lamban, Supariyah (67) warga Jalan Suningrat, Desa Ketegan RT 09 RW 02, Kecamatan Taman, Sidoarjo merenggang nyawa, Kamis (21/12/2017) lalu. Bahkan meninggalnya korban, tidak diketahui oleh pihak rumah sakit.

“Pada waktu disuntik, ibu saya sudah tidak bergerak dan kami tahu. Setelah saya pegang tangannya berdasarkan sedikit pengetahuan yang saya ketahui, denyut nadinya tidak ada,” ucap Faisal Rizal (44), anak korban kepada sidoarjoterkini, Senin (29/01/2018).

Dalam kejadian yang sempat viral di media sosial itu, keluarga korban tidak terima dan marah kepada semua petugas piket dan dokter yang ada. “Kami seakan-akan ditelantarkan oleh pihak rumah sakit. Karena saat itu kondisi ibu saya dalam keadaan kritis,” ucapnya.

Ia menceritakan, pada hari Rabu (20/12/2017) sekitar pukul 5.30 WIB, tiba di ruang IGD Rumah Sakit Siti Khotdijah. Setelah di suntik, sekitar 40 menit di suruh pulang. “Sesampainya di rumah, orang tua saya malah mengeluarkan keringat dingin, kemudian beberapa menit kemudian muntah. Jadi kami kembali lagi,” terangnya.

Setelah diperiksa lagi, pihak rumah sakit menyatakan harus rawat inap. Pada waktu itu yang menangani dr Hamdan dan Zakaria ahli penyakit dalam. Namun, setelah di infus, tidak ada satupun dokter yang memeriksa.

Keesokan harinya, sekitar pukul 12.30 WIB, dr Zakaria datang dan melakukan pengecekan. Ternyata, tidak ada penyakit dalam, hanya saja ada gangguan saraf. “Setelah dinyatakan ada ganguan syaraf, dokter ahli syaraf tidak kunjung memeriksa ibu kami, padahal kondisinya kritis,” ucapnya.

Sekitar pukul 21.00 WIB, lanjut Faisal, baru dilakukan penyuntikan. Tapi bukan dokter, melainkan suster dan parahnya tanpa pengecekan terlebih dahulu terhadap pasien. “Ternyata ibu kami saat di suntik itu sudah meninggal setelah saya cek denyut nadinya,” terangnya.

Mengetahui ibu tercintanya meninggal, pihak korban langsung melaporkan ke Polsek Taman, Polresta Sidoarjo bahkan ke Polda Jatim. “Kami langsung lapor ke Polda. Kami juga meminta pihak rumah sakit bertanggung jawab,” pungkasnya. (alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *