Jaring Potensi Atlet, KONI Sidoarjo Gandeng Guru Olahraga

Desember 21, 2017
Headline Indeks Olahraga   674 views

 

SIDOARJO- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo terus berupaya menghasilkan atlet berprestasi. Salah satunya dengan menggandeng para guru olahraga.

 

Kenapa KONI Sidoarjo menggandeng guru olahraga?..Diharapkan mereka bisa ikut mengidentifikasi potensi yang dimiliki siswa.  Ke depan bisa dilakukan pembinaan dan menjadi atlet berpotensi.

 

KONI Sidoarjo pun membekali guru olahraga tentang penjaringan potensi dan penerapan Iptek Keolahragaan (Sport Science) dalam sebuah workshop yang digelar di Hotel The Sun Sidoarjo, Rabu (20/12/2017). “Dalam workshop ini para guru bisa sharing dan menimba ilmu tentang penjaringan atlet potensial,” ujar Ketua Umum KONI Sidoarjo, M Franki Efendi.

 

Kata Franki, dengan pengetahuan tentang penjaringan atlet potensial itu, para guru diharapkan bisa bersinergi dengan KONI yang berupaya maksimal mencari bibit-bibit atlet yang unggul.

Guru olahraga juga dikenalkan dengan Sport Science, yang kini menjadi bagian penting di dunia olahraga saat ini. “Dengan menerapkan Sport Science, kita memanusiakan atlet. Karena atlet itu betul-betul dilihat dari kemampuannya. Diukur, dicatat terus ada raport yang dipakai untuk membenahi atlet tersebut,” papar Franki.

 

Sedangkan Direktur Sport Science & Fitnes Center Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof Dr Hari Setiono, MPd, salah satu pemateri dalam workshop, menjelaskan kenapa melibatkan guru pendidikan jasmani (olahraga) untuk mencetak atlet berpotensi. Yakni adanya temuan atlet nasional yang diterjunkan ke internasional, ternyata rata-rata saat berada di usia Golden Age, ternyata tidak bisa berkembang.

 

Ternyata atlet tersebut dulunya didapatkan bukan dari hasil ‘menanam’, namun dari menemukan di ‘ladang’. Dan atlet tersebut, keberbakatannya ternyata tidak keliru, tetapi memang salah. “Nah yang kita harapkan saat ini, yang hasil kita menanam, kita berikan rabuk (pupuk) dan kemudian punya hasil,” papar Prof Hari.

 

KONI Sidoarjo, berupaya mengejar ketinggalan tersebut dengan menemukan potensi dan bakat atlet, melalui para guru pendidikan jasmani. Itu karena saat ini pemerintah tengah mengembangkan Long Term Atlet Development (LTAD) yang didalamnya ada yang namanya Identification. “Kita identifikasi dulu mereka (calon atlet). Kalau kapasitas fisiknya memenuhi, lalu kita lihat bakatnya apa, kemudian kita arahkan ke depannya.Atlet yang punya potensi lebih bagus lebih cepat dibina untuk menjadi atlet berpotensi lebih baik,” pungkas Prof Hari.

 

Ratusan guru olahraga, pengurus cabang olahraga (cabor) dan perwakilan Koordinator Olahraga Kecamatan dari 18 Kecamatan yang hadir juga mendapatkan diantaranya materi tentang Mekanisme dan Identifikasi Bakat Atlet dari Dr Oce Wiriawan, M Kes, dosen Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Unesa.

 

Dalam workshop, KONI Sidoarjo juga menyerahkan beasiswa prestasi kepada 20 atlet, masing-masing Rp 1, 2 Juta, Tali Asih Atlet Nasional dan Internasional untuk 13 atlet dan bonus atlet juara Kejurda dan Kejurprov bagi 50 atlet.

Selain itu diserahkan piagam penghargaan kepada lembaga dan tokoh peduli olahraga. Untuk lembaga, penghargaan ini diberikan diantaranya kepada Kodim 0816 Sidoarjo. Sedangkan individu, diberikan kepada Ir Sigit Setyawan, MMT, Ketua Pengcab Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sidoarjo. (st-12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *