DPRD Sidoarjo Sepakat Naikkan Pajak Tempat Hiburan Malam

Desember 18, 2017

 

SIDOARJO- DPRD Sidoarjo berupaya agar tempat hiburan malam di Kabupaten Sidoarjo tidak menjamur. Salah satunya dengan pengenaan pajak yang cukup mahal.

Bahkan, DPRD Sidoarjo menerapkan batas atas pajak untuk tempat hiburan. “Untuk pajak hiburan memang mahal sekitar 75 persen. Tapi kita sesuaikan dengan undang-undang pajak,” ujar Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, H. Bambang Pujianto.

Sesuai UUD No 28 Tahun 2009, pajak maksimal sebesar 75 persen. Batas atas itulah yang dijadikan acuan dalam menetapkan pajak hiburan.

Untuk pajak hiburan, kini sudah dibahas oleh panitia khusus (pansus) dan tinggal disahkan saja. “Ada perubahan pajak hiburan, ada yang dinaikkan dan ada yang diturunkan,” tandas Bambang Pujianto.

Pajak hiburan yang tinggi baik untuk menjaga keamanan dan regulasi hiburan dan masyarakat Sidoarjo. Terkait pajak hiburan malam ini juga sudah minta masukan dari tokoh masyarakat.

Selama ini tempat hiburan malam menjadi sorotan beberapa pihak. Apalagi, adanya tempat karaoke yang menyediakan minuman keras dan pendamping wanita.

Dengan pengenaan pajak yang tinggi, paling tidak pengusaha tempat hiburan malam akan berpikir dua kali untuk membuka usaha di Sidoarjo. “Dengan pengenaan pajak tempat hiburan yang tinggi sebagai kontrol agar tempat hiburan malam tidak menjamur di Sidoarjo,” ujar anggota Komisi B, Hadi Subiyanto.

Diakui oleh Hadi Subiyanto, di Sidoarjo terdapat cukup banyak tempat hiburan malam, seperti tempat karaoke. Bahkan, menurut politisi Golkar ini, pengawasannya masih lemah.

Kondisi inilah yang membuat dewan berupaya menaikkan pajak tempat hiburan malam. Bukan semata-mata untuk mengejar pendapatan, tapi safety dan pembatasan.

Jika pajak tempat hiburan malam dinaikkan, berbeda dengan beberapa tempat hiburan rakyat, seperti kolam renang dan sejenisnya yang pajaknya diturunkan. Hal ini untuk mendorong pelaku usaha hiburan rakyat menambah variasi permainan.

Dalam beberapa tahun terakhir, muncul sejumlah tempat hiburan dan wisata rakyat di Sidoarjo. Geliat usaha di bidang hiburan dan wisata rakyat meningkat seiring kebutuhan wisata murah.

Apalagi penduduk Kabupaten Sidoarjo kini sudah kisaran 2,4 juta jiwa. “Jika di Sidoarjo banyak tempat hiburan rakyat, maka tidak perlu jauh-jauh ke luar kota mencari hiburan,” tambah Khulaim Junaidi, juga anggota Komisi B.

Kabupaten Sidoarjo yang merupakan kota delta, tidak lepas dari wisata air. Mulai wisata mancing, juga ada wisata permainan air.

Pengusaha melihat potensi wisata di Sidoarjo. Dengan munculnya tempat hiburan rakyat ini, diharapkan bisa menaikkan pendapatan daerah dan ekonomi masyarakat. (st-12/adv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *