Takut Video Bugilnya Disebar, Ibu RT asal Tanggulangin Kehilangan Uang Rp 180 Juta…Begini Kronologisnya.!!!

November 12, 2017

SIDOARJO – Irwan Setiawan alias Bayu (28), asal Dusun Pagerwojo, Desa Gelam, Kecamatan Candi, Sidoarjo harus berurusan dengan Satuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo. Pasalnya, Ia dilaporkan warga Tanggulangin berinisial LM, setelah diancam pelaku bahwa video bugilnya akan disebar kalau tidak diberi uang.

 

“Korban LM sudah memberi uang yang diminta secara bertahap sampai senilai sebesar Rp 180 juta. Namun tersangka merasa kurang dan terus meminta lagi. Karena korban LM sudah tak kuat atas pemerasan itu, korban melapor,” kata Kapolresta Sidoarjo Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji Minggu (12/11/2017).

 

Ia menjelaskan, hubungan antara keduanya itu berlangsung sejak tahun 2016. Namun hanya sebatas hubungan di dunia maya. Semula, pelaku mendapati nomor handphone di buku adiknya. Kemudian, oleh pelaku di sms oleh pelaku untuk berkenalan.

 

Setelah akrab, pelaku melunjak. Ia meminta nomer korban yang terhubung dengan aplikasi whatsapp. Oleh korban, permintaan pelaku dituruti. Setelah berjalan dan semakin akrab, akhirnya pelaku merayu seorang ibu rumah tangga tersebut untuk mengirimkan video aktifitasnya bahkan merekam video bugilnya secara detail melalui video call.

 

“Video itu disimpan oleh pelaku dalam HP Samsung J7 Prime milik IS. Seiring waktu sudah tidak ada komunikasi intensif dan sudah ada jarak alias renggang, pelaku IS akhirnya memanfaatkan sakit hatinya karena diputus untuk memeras korban,” ungkapnya.

 

Dalam pesannya yang dikirim ke nomor HP korban, pelaku mengancam akan menyebar video korban yang sudah dikoleksinya, ke orang lain. Pelaku menggertak akan mengirim video itu ke keluarganya, teman-temannya dan lain sebagainya. Karena korban ketakutan, akhirnya permintaan pelaku diturutinya hingga mentransfer uang yang diminta pelaku.

 

“Korban sudah merasa capek dan tidak ada persediaan uang yang diminta. Pelaku sempat menyebar video itu ke teman korban dengan tujuan agar disampaikan ke korban dan pelaku diberi uang. Tapi upaya itu tidak dituruti korban dan melaporkan kasus itu ke Satreskrim Polresta Sidoarjo,” jelas mantan Kasubdit IT dan Cyber Crime Bareskrim Polri itu.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *