Edarkan Pil Doble L, Pemuda Asal Tanggulangin dan Candi Diringkus Polisi

November 1, 2017

 

CANDI – Dua pemuda asal Kecamatan Candi dan Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Candi, Polresta Sidoarjo, Senin (30/10). Karena, mereka tertangkap tangan hendak mengedarkan pil doble L.

 

Kedua tersangka itu yakni Diky Mirdas Hermanto (20), warga asal Perum Bumi Mulyo Permai Blok B2 RT 14 RW 04, Desa Karang Tanjung, Kecamatan Candi dan Ahmad Riski Setiawan (20), warga Dusun Kawedan RT 19 RW 06, Desa Kedensari, KecamatanTanggulangin.

 

Kapolsek Candi Kompol H. Kusminto mengatakan, penangkapan pertama yakni tersangka Diky. Saat itu, petugas polsek mendapat laporan dari masyarakat bahwa dikawasan Perum Bumi mulyo Permai Blok A RT. 13 RW. 04, Desa Karang Tanjung, Candi, kerap dijadikan transaksi pil doble L.

 

“Setelah mendapat laporan itu, petugas langsung melakukan pengintaian di lokasi tepatnya di sebelah pos satpam perumahan. Tidak lama kemudian, terdapat pemuda yang mencurigakan. Seketika itu, langsung kami lakukan penangkapan,” ucapnya, Selasa (31/10/2017).

 

Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, ditemukan 3 box yang didalamnya terdapat 324 pil doble L. “Tersangka langsung kami amankan bersama barang bukti lainnya berupa uang tunai Rp 650 ribu dan sebuah handphone merk xiaomi,” terangnya.

 

Setibanya di Mapolsek Candi, petugas langsung melakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap tersangka. Dari hasil pemeriksaan itu, diky mengaku mendapat barang haram tersebut dari tersangka kedua yakni Ahmad Rizki Setiawan.

 

Tak ingin kehilangan targetnya, beberapa petugas yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Iptu Isbahar Boamona melakukan penangkapan terhadap Ahmad Rizki Setiawan yang bekerja sebagai pengerajin sarung handphone dikawasan Kedensari, Tanggulangin.

 

“Selang dua jam, tersangka kedua berhasil kami amankan ditempat kerjanya dikawasan Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin,” kata mantan Kapolsek Taman tersebut.

 

Nah, dari hasil penangkapan tersangka kedua, petugas berhasil mengamankan barang bukti pil doble L sebanyak 324 butir yang disembunyikan di dalam sebuah kaleng dan uang tunai sebesar Rp 1 juta serta sebuah handphone merk Azus.

 

“Kedua tersangka dijerat dengan pasal 196 dan atau pasal 197 Undang-undang RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman kurungan penjara maksimal 10 tahun penjara,” pungkasnya.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *