Tersungkur ke Tanah Usai Menjambret, Warga Sukodono Babak Belur Dihajar Massa

Oktober 28, 2017

SUKODONO – Masturi (46), warga Desa Dungus, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo berhasil diringkus petugas Polsek Sukodono setelah tertangkap dan menjadi amukan massa karena menjambret handphone milik Novia Lila Kusumawati (21) di Jalan Panjunan, Kecamatan Sukodono.

 

Bapak dua anak itu awalnya mencari sasarannya dengan mangkal di depan sebuah mesin ATM. Dia sengaja mencari korban seorang perempuan yang mengambil uang. Karena, ia berfikir kalau korban perempuan tidak akan banyak melakukan perlawanan ketika dijarah. “Nunggu sendirian,” ujar Masturi kepada penyidik, Sabtu (28/10/2017).

 

Tak lama pelaku menunggu, datang dua perempuan Novia Lila Kusumawati dan Yuki Retno Oktavia. Saat di mesin ATM, Novia masuk ke dalam untuk mengambil uang, sedangkan Retno menunggu di parkiran dengan motor Honda Beat nopol W 4127 VO.

 

Setelah mengambil uang, mereka melanjutkan perjalanannya ke Puspa Agro hendak membeli makanan. Namun, oleh pelaku, dibuntuti dari belakang. Setelah mendapatkan kesempatan, pelaku mendekati korban dan meraih handphone yang dikeluarkan oleh Novia.

 

Karena kaget, Novia langsung berteriak maling. Sedangkan Retno yang membonceng korban, langsung mengejar pelaku dan menarik jaket pelaku hingga jatuh. “Karena jaket saya ditarik dan saya tidak bisa menguasi setir, akhirnya motor saya jatuh dan saya tersungkur,” ucapnya.

 

Setelah tersungkur ke aspal, Masturi langsung menjadi bulan-bulanan warga yang berada dilokasi. Pelaku pun babak belur dihajar warga sebelum akhirnya diamankan polisi ke polsek. Kepada petugas, Masturi mengaku nekat karena terhimpit kebutuhan hidup. “Baru pertama kali. Gelap mata tidak punya penghasilan,” ungkapnya.

 

Kapolsek Sukodono AKP Heriyanto mengatakan, pelaku sempat berbelit ketika pertama kali diperiksa. Masturi berdalih tidak punya niatan merampas ponsel korban. Dia hanya geram karena ada pengendara yang bermain telepon genggam. “Jengkel melihat. Dulu, waktu nyopir truk, dia pernah ditabrak pemotor yang tidak fokus karena mengoperasikan ponsel,” tuturnya.

 

Heriyanto mengungkapkan, alasan itu tidak masuk akal. Sebab, setelah merampas ponsel korban, Mastari langsung menambah laju motornya untuk kabur. “Banyak alasan yang dilontarkan pelaku kejahatan untuk menutupi kesalahan,” pungkasnya. (alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *