Usai Dilaporkan, Pemilik Akun Facebook Heru Dwi Meminta Maaf

Oktober 21, 2017


SIDOARJO – Pemilik akun facebook Heru Dwi yang sempat mengunggah postingan status ujaran kebencian terhadap Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dengan kalimat “Gus Iful diusung oleh partai penista agama dan ulama” serta di adukan oleh Ketua DPC PDIP Tito Pradopo ke Mapolresta Sidoarjo, akhirnya meminta maaf ke Kantor DPC PDIP Jalan Jati Sidoarjo Sabtu (21/10/2017).

Permintaan maaf oleh pemilik akun bernama lengkap Heru Dwiantoro Wahyudi warga Desa Pekauman, Kecamatan Sidoarjo itu langsung disampaikan di depan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo, Tito Pradopo dan Wakabid Program Kemasyarakatan, Kesehatan Tenaga Kerja, Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPD PDIP Jatim Hari Putri Lestari serta pengurus lainnya.

Dalam permintaan maafnya, Heru Dwiantoro Wahyudi seorang dokter spesialis kandungan di RSUD Sidoarjo itu mengakui kesalahannya. Ia mengaku terlalu asyik mengikuti isu yang berkembang di Jakarta.”Iya saya terlalu mengikuti isu Jakarta. Saya khilaf dan meminta maaf kepada semua masyarakat, khususnya kepada kader dan pengurus PDI Perjuangan,” katanya.

Selain meminta maaf didepan pengurus PDI Perjuangan, dirinya juga bersedia mengaktifkan kembali akun facebooknya yang sudah di non aktifkan dan mengunggah permohonan maaf atas kesalahan yang dilakukan. “Sebetulnya setelah kasus ini, saya sudah tidak boleh lagi oleh isteri saya untuk bermain facebook. Tapi kalau diminta untuk meminta maaf di akun saya itu, saya bersedia,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo Tito Pradopo mengatakan bahwa yang bersangkutan sudah mengajukan permohonan maaf secara tertulis dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. “Heru Dwi juga menulis pernyataan secara tertulis dan isinya tidak akan mengulangi perbuatan dan poin-poin lainnya. Dia menyadari perbuatan yang dilakukan adalah salah,” tandasnya.

Dikesempatan yang sama, Wakabid Program Kemasyarakatan, Kesehatan Tenaga Kerja, Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPD PDIP Jatim Hari Putri Lestari menambahkan bahwa yang bersangkutan terdapat unsur kesengajaan dalam mengunggah status di akun facebooknya. Ia menduga yang bersangkutan tidak mengenal siapa PDI Perjuangan.

“Karena yang bersangkutan sudah meminta maaf dengan dikuatkan pernyataan, maka kasus ini tidak dilanjut. Namun dengan catatan yang bersangkutan sanggup meminta maaf secara umum melalui media massa serta melalui akun facebook pribadinya yang sebelumnya sudah di non aktifkan. Yang bersangkutan sudah mengaku salah dalam bersosmed,” pungkasnya.(alf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *